Jokowi Bakal Jawab Soal Aksi Kamisan dan Novel di Debat Capres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi). Foto kiri yang diambil pada 17 Agustus 2009 menunjukkan Jokowi yang kala itu masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, mengunjungi Rumah Tahanan Kelas 1 Surakarta. Foto kanan yang diambil pada 12 Januari 2019, Jokowi sebagai capres pada Pemilu 2019, memberikan sambutan pada deklarasi Alumni Universitas Indonesia untuk Jokowi-Ma'aruf di Gelora Bung Karno. dok.TEMPO

    Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi). Foto kiri yang diambil pada 17 Agustus 2009 menunjukkan Jokowi yang kala itu masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, mengunjungi Rumah Tahanan Kelas 1 Surakarta. Foto kanan yang diambil pada 12 Januari 2019, Jokowi sebagai capres pada Pemilu 2019, memberikan sambutan pada deklarasi Alumni Universitas Indonesia untuk Jokowi-Ma'aruf di Gelora Bung Karno. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghindar kala ditanya tentang peringatan 12 tahun Aksi Kamisan yang akan jatuh pada 18 Januari mendatang. Ia meminta media mengikuti acara debat pemilihan presiden yang berlangsung besok malam.

    Baca juga: Debat Capres, Kubu Jokowi Siapkan Gimik Politik untuk Ma'ruf Amin

    "Ya, besok, kan, termasuk masalah HAM ada (dibahas)," katanya di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 16 Januari 2019.

    Aksi Kamisan merupakan kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh korban dan keluarga korban pelanggaran HAM berat yang dilakukan setiap Kamis di seberang Istana Merdeka, Jakarta. Aksi ini sudah dimulai sejak 18 Januari 2007.

    "Teman-teman, pekan ini kami akan memperingati #12TahunKamisan," bunyi akun Twitter resmi Aksi Kamisan @AksiKamisan pada Ahad, 13 Januari 2019.

    Selain soal Aksi Kamisan, Jokowi juga menghindar saat ditanya tentang penyelesaian kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. "Nanti kami jawab juga besok," kata dia.

    Novel mendapat teror siraman air keras pada 11 April 2017. Sejumlah pihak mendesak Jokowi membentuk tim gabungan pencari fakta untuk mengungkap pelakunya. Namun Jokowi tak kunjung merealisasikannya dan kerap berdalih menunggu pihak kepolisian menyerah.

    Baca juga: Untuk Debat Pilpres, TKN Lebih Persiapkan Jokowi Dibanding Ma'ruf

    Belakangan Kapolri membentuk tim yang berisikan unsur polisi, KPK, dan pakar. Namun keberadaan tim ini dikritik lantaran muncul jelang debat pemilihan presiden dengan tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

    Usai menjawab singkat pertanyaan tersebut, Jokowi memilih pergi meninggalkan media. Namun ia berhenti saat wartawan menanyakan soal pertemuannya dengan para ketua umum partai pendukungnya, semalam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.