Wakil Ketua KPK Tak Pikirkan Pindah Rumah Pasca Teror Bom

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif tiba di rumahnya pada Senin malam, 9 Januari 2019. Ia memberi tanggapan soal insiden bom molotov yang terjadi di kediamannya, Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif tiba di rumahnya pada Senin malam, 9 Januari 2019. Ia memberi tanggapan soal insiden bom molotov yang terjadi di kediamannya, Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Penemuan bom molotov yang ditemukan di rumah Laode Muhammad Syarif tak membuat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu bergegas ingin berpindah kediaman. Ia mengatakan rumah yang beralamat di Jalan Kalibata Selatan tersebut merupakan hunian satu-satunya.

    Baca juga: Teror Bom Tak Ganggu Aktivitas Pimpinan KPK

    "Masa mau pindah hotel?" kata Laode saat ditanya wartawan soal kemungkinannya pindah pada Rabu petang, 9 Januari 2019 di rumahnya, Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan. Laode yang ditemui kala pulang dari kantor itu mengaku tak terlampau menyoalkan insiden bom molotov.

    Rabu pagi sekitar pukul 05.30 WIB, bom molotov ditemukan di rumah Laode. Botol itu ditemukan oleh sopir Laode, Bambang.

    Menurut Laode, kejadian ini merupakan buntut pekerjaannya. Peristiwa ini pun ia anggap sebagai risiko yang tak bisa dilepaskan dari jabatannya sebagai pimpinan di lembaga anti-rasuah.

    Ihwal keamanannya dan keluarga pasca-teror terjadi, Laode mengatakan telah mempercayakannya kepada polisi. Ia berujar, polisi tengah memproses perkara ini hingga kelar. Meski demikian, Laode tetap berharap Polri dapat mengungkapkan pelaku dan motifnya dengan segera.

    Peristiwa bom yang menimpa pejabat KPK tak hanya mengancam Laode. Pada waktu yang sama, sebuah bom rakitan juga ditemukan di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Jatiasih, Kota Bekasi. Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh Ajun Inspektur Polisi 2, Sulaeman. Ia mendapati bom dikemas dalam bungkusan tas warna hitam. Bom itu pun digantungkan di pagar.

    Insiden tersebut kini diusut polisi. Ketua Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan polisi sedang memburu pelaku pelempar bom molotov yang dialamatkan ke rumah Laode. Penyelidikan dilakukan lewat pendalaman rekaman kamera pengintai atau CCTV.

    "Rekaman CCTV masih dianalisis di Labfor (Laboratorium Forensik) Mabes," kata Argo saat dihubungi Tempo lewat pesan teks pada Rabu petang. Ia menyatakan polisi tengah menghimpun keterangan dari saksi-saksi. Sore tadi, polisi juga telah memeriksa enam orang.

    Adapun ihwal peningkatan keamanan di rumah pimpinan KPK, salah satunya di kediaman Laode, Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar telah bergegas melakukan patroli.

    Saat dihubungi pada Rabu malam, Indra mengatakan personel dengan baju preman telah menyebar di lingkungan tempat tinggal Laode. Namun, ia tak memberi ancar-ancar sejauh mana radius pengamanan itu dilakukan.

    Indra hanya menyatakan Wakil Ketua KPK tersebut dan keluarganya telah dilindungi aparatur. "Kami sebar patroli sampai gang-gang sempit," ucapnya melalui sambungan telepon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.