Polri Tangkap Debt Collector dengan Modus Kirim Pesan Seksual

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat menggelar konferensi pers insiden penembakan Sulawesi Tengah, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 31 Desember 2018 (Andita Rahma)

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat menggelar konferensi pers insiden penembakan Sulawesi Tengah, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 31 Desember 2018 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri meringkus empat orang penagih utang (debt collector) perusahaan penyedia jasa layanan peminjaman uang secara daring. Empat pegawai PT Vcard Technology Indonesia (Vloan) itu diduga menagih utang nasabah dengan mengirimkan pesan yang mengandung pelecehan seksual.

    Baca: Satgas Antimafia Sepak Bola Tetapkan Wasit Nurul Jadi Tersangka

    "Keempat tersangka itu adalah Indra Sucipto, yang kami tangkap pada 29 November di Jakarta Pusat. Lalu, Panji Joliandi ditangkap di Depok pada 3 Desember. Kemudian Ronny Sanjaya yang ditangkap di Jakarta Barat pada 6 Desember dan terakhir, Wahyu Wijaya yang ditangkap pada 10 Desember di Jakarta Barat," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui keterangan resmi pada Selasa, 8 Januari 2019.

    Dedi menjelaskan, empat tersangka mengirimkan pesan mengandung pelecehan seksual kepada nasabah yang tak kunjung membayar utang lebih dari 30 hari dari tanggal jatuh tempo. Para tersangka akan mengundang nasabah atau keluarga dan temannya ke dalam sebuah grup di aplikasi percakapan Whatsapp, kemudian mengirimkan pesan berbau pelecehan seksual tersebut.

    Baca: Laporkan Pejabat BPJS ke Polisi, Rizky Amelia Mengaku Diteror

    “Debt collector akan menyampaikan pesan berbau pornografi atau sexual harassment kepada korban yang sudah tergabung dalam grup yang dibuat,” kata Dedi. Hal itu, kata Dedi, dilakukan tersangka agar nasabah yang belum membayar utang tersebut merasa cemas dan khawatir, sehingga langsung membayar tagihan pinjaman. 

    Para tersangka dijerat dengan Pasal 40, Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 45 ayat (1) dan (3) juncto Pasal 27 ayat (1) dan (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), kemudian Pasal 369 KUHP dan atau Pasal 3, 4,  serta 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

    Vloan merupakan aplikasi yang memiliki server di daerah Zheijang, Cina dengan hosting server di Arizona dan New York, Amerika Serikat. Vloan memiliki nama lain yaitu Supercash, Rupiah Cash, Super Dana, Pinjaman Plus, Super dompet, dan Super Pinjaman. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers: EndGame dan Ribuan Jagoan yang Diciptakan oleh Marvel

    Komik marvel edisi perdana terjual 800 ribu kopi di AS. Sejak itu, Marvel membuat berbagai jagoan. Hingga Avengers: Endgame dirilis, ada 2.562 tokoh.