Minggu, 15 September 2019

Pendiri Desak Amien Rais Mundur, Sekjen PAN: Mereka Dukung Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat berbincang di ruang tunggu ketika mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Kedatangan Amien untuk meminta KPK untuk tidak tebang pilih dalam menindak dan menuntaskan sejumlah perkara. TEMPO/Imam Sukamto

    Gestur Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat berbincang di ruang tunggu ketika mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Kedatangan Amien untuk meminta KPK untuk tidak tebang pilih dalam menindak dan menuntaskan sejumlah perkara. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengklaim partainya solid mendukung posisi dan pandangan politik Amien Rais. Hal ini disampaikan Eddy menanggapi surat terbuka yang dilayangkan oleh lima orang pendiri PAN, yakni Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toety Heraty, dan Zumrotin.

    Baca: Lima Pendiri PAN Minta Amien Rais Mundur

    Eddy mengatakan Dewan Pimpinan Pusat PAN belum menerima surat dari kelima orang itu. "Kami menghormati posisi mereka yang menulis surat tersebut, tapi kami meminta mereka menghormati posisi kami di DPP PAN yang solid mendukung Pak Amien Rais, terkait posisi dan pandangan politiknya," kata Eddy kepada Tempo, Rabu, 26 Desember 2018.

    Eddy menuturkan, kelima orang itu adalah pendiri PAN yang sudah lama tidak aktif dan tak punya akar di partai. Selain itu, kata dia, mereka adalah pendukung pasangan calon presiden-wakil presiden calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi - Ma'ruf Amin). Sedangkan PAN mengusung pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    "Saya pribadi akan mengabaikan imbauan mereka," kata Eddy yang juga merupakan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga ini.

    Sebelumnya, Abdillah Toha cs menulis surat terbuka yang isinya meminta Amien Rais mundur dari ranah politik praktis. Mereka juga meminta Amien menyerahkan PAN sepenuhnya ke generasi penerus.

    Mereka menilai Amien semakin eksklusif dan tidak menumbuhkan kerukunan bangsa melalui berbagai pernyataan dan sikap politiknya. Amien juga dinilai menjadikan agama sebagai alat politik, ikut mengeruhkan suasana dengan menyebarkan berita yang jauh dari kebenaran tentang kebangkitan Partai Komunis Indonesia, dan gagal mencerdaskan bangsa dalam posisinya sebagai ilmuwan ilmu politik.

    Sebagai salah satu tokoh reformasi, ujar mereka, Amien kini justru berkomplot dengan partai yang menghendaki kembalinya orde baru di Indonesia. Di pemilihan presiden 2019, PAN berkoalisi dengan Partai Berkarya yang didirikan anak-anak mantan presiden Soeharto.

    Eddy meminta internal partainya solid. Dia juga meminta seluruh pihak tak membuat kegaduhan seakan-akan PAN tidak kompak. Menurut Eddy, partainya bakal tetap solid menjalankan instruksi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk memenangkan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

    Simak: Poin-poin Pertimbangan Pendiri PAN Desak Amien Rais Mundur

    "Kami meminta seluruh pihak di internal PAN maupun mereka yang memiliki keterkaitan dengan PAN untuk menjaga keutuhan partai dan tidak membuat suasana keruh sehingga timbul persepsi bahwa PAN rapuh di dalam," ujar Eddy menanggapi desakan agar Amien Rais mundur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.