Sempat Tertutup Longsor, Jalur Malangbong Sudah Bisa Dilalui

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi longsor. shutterstock.com

    Ilustrasi longsor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bandung - Jalur penghubung Malangbong di Garut menuju Bandung yang sempat terputus karena tertimbun longsor kini sudah bisa dilaui.

    “Sudah bisa dilewati dua arah,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik saat dihubungi Tempo, Selasa, 25 Desember 2018.

    Baca: Menhub Minta PT KAI Inspeksi Jalur Rawan Longsor

    Dedi mengatakan, jalur tersebut sempat terputus akibat longsor yang terjadi Selasa, 25 Desember 2018 sekitar pukul 04.00 WIB. Longsor tersebut menutup badan jalan di Kampung Binarum, Desa Sukaratu, Kecamatan Malangbong, Garut. “Terjadi longsor sekitar lebar 15 meter, dan tinggi 20 meter yang mengakibatkan menutpi Jalan Raya Nasional Malangbong-Bnadung,” kata Dedi.

    Akibat longsor tersebut, menurut Dedi, lalu lintas sempat dialihkan karena menunggu alat berat melakukan pembersihan material longsor. Arus kendaraan dari Bandung menuju Tasikmalaya dialihkan menuju Garut-Singaparna-Tasikmalaya, arah sebaliknya melalui Singaparna-Garut-Nagreg. Kendaraan yang sudah masuk menuju lokasi longsor dibelokan menuju Malangbong-Wado-Sumedang.

    Baca: Jalur Malangbong - Bandung Tertutup Longsor Pagi Ini

    Dedi mengatakan, pembersihan material longsor dikerjakan dengan bantuan alat berat sejak pukul 09.15 WIB. Pembersihan juga dilakukan dengan menyemprotkan air untuk menghilangkan lumpur yang tersisa di badan jalan.

    BPBD Jawa Barat sebelunya melansir longsor yang terjadi akibat tingginya curah hujan. “Kejadian ini diakibatkan oleh tingginya curah hujan sejak siang sampai sore malam hari di Kabupaten Garut. Dampak yang ditimbulkan adalah tertutupnya jalan Raya Malangbong-Bandung oleh longsoran sekitar tinggi 20 meter dan lebar 15 meter,” dikutip dari rilis BPBD Jawa Barat, Selasa, 25 Desember 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.