Haris Azhar: Pimpinan KPK Seperti Tidak Membela Novel Baswedan

Reporter

Penyidik KPK Novel Baswedan melambaikan tangan di samping layar yang menunjukkan jam hitung sejak penyerangan terhadap dirinya, di gedung KPK, Selasa, 11 Desember 2018. Memperingati Hari HAM Internasional, Wadah Pegawai KPK meluncurkan Jam Hitung Novel Baswedan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampak seperti tidak membela staf terbaiknya, Novel Baswedan sebagai korban penganiayaan. KPK sebenarnya bisa menggunakan kewenangannya dengan menerapkan sangkaan perintangan penyidikan (obstruction of justice) terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam perkara yang sedang ditangani Novel.

"Seharusnya KPK menggunakan kewenangannya tentang obstruction of justice, tetapi tidak dilakukan," kata Haris di Kantor Lokataru, Rawamangun, Jakarta Pusat, Senin, 24 Desember 2018. 

Baca: KPK Tindak Lanjuti Rekomendasi Komnas HAM terkait Novel Baswedan

Jika sampai batas waktu tertentu KPK tidak melakukan upaya yang tegas dan nyata untuk menangani kasus Novel Baswedan, menurut dia, kelima pimpinan KPK adalah kolaborator penyerangan Novel. "Saya duga mereka takut atau tersandera dengan kepentingan mereka sendiri dengan kalangan tertentu," ujar Haris.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM telah menyerahkan laporan akhir pemeriksaan penyerangan terhadap Novel Baswedan. Dalam laporan itu, Komnas HAM merekomendasikan KPK melakukan proses hukum. Sebab, patut diduga penyerangan terhadap Novel merupakan upaya menghalangi proses peradilan atau obstruction of justice oleh pihak-pihak yang sedang disidik Novel.

Baca: Koalisi Desak Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Novel Baswedan ...

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan KPK akan menindaklanjuti laporan akhir dari Komnas HAM. Sebab, kata dia, akan menjadi titik terang untuk menemukan pelaku penyerangan Novel.

Soal dugaan perintangan penyidikan, kata Saut, perlu diketahui kasus yang dihalangi dengan melihat kembali perkara yang sedang ditangani oleh Novel. "Dicari dulu kasus yang saya tangani sampai saya ditimpuki," ujarnya.

Simak: Rekomendasi Komnas HAM soal Novel ...

Lebih dari setahun kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan terjadi. Namun sampai saat ini pelakunya belum ditemukan. Novel disiram dengan air keras seusai salat subuh di masjid dekat rumahnya pada April 2017. Akibat penyerangan itu, mata Novel rusak. Mata kirinya harus diimplan.


ANDITA RAHMA | TAUFIQ SIDDIQ






Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

6 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

Obat dari Singapura untuk Gubernur Papua Lukas Enembe telah tiba di Jayapura sejak tiga hari lalu. Kini kesehatannya membaik.


Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

7 jam lalu

Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

Yudi menyatakan Febri Diansyah dan Rasamala selama ini dipercaya publik, sebab itu dia meminta keduanya mundur dari pengacara Putri Candrawathi.


Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

7 jam lalu

Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

Menurut Benny, latar belakang Johanis Tanak sebagai jaksa bakal melengkapi komposisi pimpinan di lembaga antirasuah tersebut.


Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

11 jam lalu

Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

Wakil Ketua KPK yang baru terpilih, Johanis Tanak, mengusulkan untuk menggunakan pendekatan keadilan restoratif dalam memberantas korupsi.


Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

11 jam lalu

Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang menjadi kuasa hukum Putri candrawathi dan Ferdy Sambo. Begini kata sahabat-sahabatnya eks pegawai KPK, "Mundur!"


Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

12 jam lalu

Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

Johanis Tanak mendapat suara terbanyak dalam voting tertutup yang digelar Komisi III DPR. Setelah ini nama Johanis Tanak diserahkan ke Presiden.


Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

12 jam lalu

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

Eks jubir KPK Febri Diansyah dan mantan penyidik KPK Rasamala Aritonang jadi pengacara Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. Ini kata Novel Baswedan.


Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

12 jam lalu

Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

Johanis Tanak menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon pimpinan KPK penganti Lili Pintauli pada hari ini. Dia ungkap pentingnya pencegahan.


Calon Pengganti Lili Pintauli Paparkan Pentingnya Bangun Budaya Anti Korupsi Berbasis Keluarga

13 jam lalu

Calon Pengganti Lili Pintauli Paparkan Pentingnya Bangun Budaya Anti Korupsi Berbasis Keluarga

Dua calon wakil ketua KPK pengganti Lili Pintauli Siregar, Johanis Tanak dan I Nyoman Wara mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.


DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

14 jam lalu

DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

Komisi III DPR hari ini menggelar uji kelayakan bagi calon komisioner KPK pengganti Lili Pintauli Siregar. Dua calon itu diminta sampaikan visi misi.