Bareskrim Polri Akan Periksa Sekjen PSSI Ratu Tisha

Reporter

Ratu Tisha Destria, Sekjen (Sekretaris Jendral) Federasi Sepakbola Indonesia PSSI saat ditemui dikantor PSSI dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Juli 2017. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri mengagendakan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria terkait kasus dugaan pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola, hari ini, 21 Desember 2018.

Baca: Apresiasi Polri, PSSI Tuntaskan Masalah Match Fixing

Tak hanya Ratu Tisha, ada empat orang lainnya yang turut dipanggil. Mereka adalah Manajer Madura FC Januar Herwanto, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Berlington Siahaan, Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sambera, dan Sekjen BOPI Andreas Marbun.

"Lima orang itu akan dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan awal," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Jumat, 21 Desember 2018.

Dedi menyatakan, lima orang tersebut diduga memiliki informasi dan mengetahui seputar kecurangan pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola. "Mereka juga diduga paham dengan mekanisme dan standar operasional prosedur dalam pertandingan sepak bola," ucap Dedi.

Baca: Kapolri Akan Pimpin Satgas Usut Pengaturan Skor Sepak Bola

Kemudian, untuk rencana lanjutan, penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap tujuh orang lainnya pada 26-28 Desember mendatang. "Nanti saya sampaikan siapa saja yang dipanggil," kata Dedi.

Kasus skandal pengaturan skor di pertandingan sepak bola kembali muncul ke publik setelah diembuskan oleh Januar. Ia mengaku pernah ditawari sejumlah uang oleh anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat, agar timnya mengalah saat melawan PSS Sleman di Liga 2.

Baca: Mantan Exco PSSI Hidayat Terbukti Suap, Ini Sanksinya

Hidayat pun memutuskan mundur dari Exco PSSI setelah kasus dugaan pengaturan skor itu mencuat. Komdis PSSI hanya melayangkan sanksi kepada Hidayat berupa larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun, diwajibkan membayar denda sebesar Rp 150 juta dan dilarang memasuki stadion selama dua tahun.






Menpora: Investigasi Tragedi Kanjuruhan Bakal Profesional, Terbuka dan Serius

9 jam lalu

Menpora: Investigasi Tragedi Kanjuruhan Bakal Profesional, Terbuka dan Serius

Menpora Zainudin Amali mengatakan pemerintah bakal serius dalam melakukan investigasi Tragedi Kanjuruhan di Liga 1 usai laga Arema FC vs Persebaya.


Soal Tragedi Kanjuruhan, PSSI Akan Berkomunikasi dengan FIFA

15 jam lalu

Soal Tragedi Kanjuruhan, PSSI Akan Berkomunikasi dengan FIFA

PSSI akan berkomunikasi dengan FIFA terus-menerus agar Indonesia tidak terkena dampak sanksi-sanksi akibat Tragedi Kanjuruhan.


PSSI Jelaskan Soal Permintaan Perubahan Jadwal Arema FC vs Persebaya Surabaya yang Ditolak

17 jam lalu

PSSI Jelaskan Soal Permintaan Perubahan Jadwal Arema FC vs Persebaya Surabaya yang Ditolak

PSSI akhirnya buka suara soal perubahan jam tayang laga Arema FC dan Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 Liga 1 yang berujung Tragedi Kanjuruhan.


Pernyataan Presiden FIFA, Gianni Infantino, Soal Tragedi Kanjuruhan

19 jam lalu

Pernyataan Presiden FIFA, Gianni Infantino, Soal Tragedi Kanjuruhan

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan belasungkawa untuk para korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.


KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

19 jam lalu

KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

KontraS menyatakan setidaknya ada empat argumentasi mengapa dugaan pelanggaran hukum dan HAM terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan.


Pasca-Terjadinya Tragedi Kanjuruhan, PSSI Sebut Hanya Kompetisi Liga 1 yang Dihentikan

19 jam lalu

Pasca-Terjadinya Tragedi Kanjuruhan, PSSI Sebut Hanya Kompetisi Liga 1 yang Dihentikan

Setelah Tragedi Kanjuruhan, PSSI memastikan Liga 2 dan Liga 3, serta pertandingan Kualifikasi Piala AFC U-17 2023, akan tetap berlangsung.


Kejagung: Jaksa Penuntut Kemungkinan Akan Tahan Putri Candrawathi

20 jam lalu

Kejagung: Jaksa Penuntut Kemungkinan Akan Tahan Putri Candrawathi

Kejaksaan Agung menyebut penahanan Putri Candrawathi ini dilakukan untuk menghindari tersangka menghilangkan barang bukti.


YLKI Desak Tragedi di Stadion Kanjuruhan Diusut: Korban dan Ahli Waris Harus Dapat Kompensasi

20 jam lalu

YLKI Desak Tragedi di Stadion Kanjuruhan Diusut: Korban dan Ahli Waris Harus Dapat Kompensasi

YLKI mendesak manajemen penyelenggara untuk bertanggung jawab baik secara perdata maupun pidana menyusul tragegi di Stadion Kanjuruhan.


Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Kerahkan Seluruh Dokter RS Bhayangkara Malang, Kediri, dan Surabaya

20 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Kerahkan Seluruh Dokter RS Bhayangkara Malang, Kediri, dan Surabaya

Khusus kepada Kapolri, Jokowi meminta dilakukan investasi dan mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan.


Tragedi Kanjuruhan, PSSI Bentuk Tim Investigasi Dipimpin Ketua Umum Mochamad Iriawan

21 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, PSSI Bentuk Tim Investigasi Dipimpin Ketua Umum Mochamad Iriawan

Sebanyak 129 orang dilaporkan meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan yang terjadi setelah pertandingan liga 1 pekan ke-11, Arema FC vs Persebaya, Sabtu.