Airlangga Hartarto Berharap TGB Kerek Elektabilitas Golkar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Muhammad Zainul Majdi seusai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 10 Agustus 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Muhammad Zainul Majdi seusai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 10 Agustus 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan alasannya menunjuk Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Majdi sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu atau Bappilu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

    Baca: Gabung Golkar, TGB Dapat Dua Jabatan Penting

    Menurut Airlangga, pengalaman dan jam terbang mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat dua periode itu yang menjadi pertimbangan utama. "Golkar menghargai rekam jejak Pak TGB yang sudah matang. Jadi dengan Partai Golkar bisa langsung tancap gas," ujar Airlangga usai acara silaturahmi akhir tahun Keluarga Besar Partai Golkar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada Kamis malam, 20 Desember 2018.

    Airlangga berharap, dengan jabatan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu yang diemban TGB, Golkar bisa mencapai target 110 kursi atau 18 persen suara di pemilihan legislatif, serta menambah solid Partai Golkar menuju pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019. "Nah, tentunya saya berharap semua itu akan menambah elektabilitas partai," ujar dia.

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengumumkan secara resmi bergabungnya TGB ke Partai Golkar dalam acara silaturahmi akhir tahun Keluarga Besar Partai Golkar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada Kamis malam, 20 Desember 2018. Sejumlah petinggi dan tokoh senior Golkar hadir dalam acara itu.

    Baca juga: TGB ke Golkar, JK Yakin Untungkan Jokowi dan Golkar

    Selain mendapat jabatan Wakil Ketua Bappilu, TGB juga mendapatkan jabatan penting di struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. "Dalam rapat pleno kemarin malam sudah disepakati secara aklamasi, Tuan Guru Barang sebagai Koordinator Bidang bidang Keumatan," ujar Airlangga Hartarto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.