Gabung Golkar, TGB Dapat Dua Jabatan Penting

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi memberi sambutan saat acara penggalangan dana di Jakarta, Jumat, 14 September 2018. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka peluncuran buku TGBNomics serta penggalangan dana untuk Lombok-Sumbawa. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi memberi sambutan saat acara penggalangan dana di Jakarta, Jumat, 14 September 2018. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka peluncuran buku TGBNomics serta penggalangan dana untuk Lombok-Sumbawa. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Tuan Guru Bajang Zainul Majdi atau TGB mendapatkan dua jabatan penting setelah resmi bergabung ke Partai Golkar. Dua jabatan untuk TGB di struktur DPP Golkar diumumkan oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam acara silaturahmi akhir tahun Keluarga Besar Partai Golkar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada Kamis, 20 Desember 2018.

    Baca: TGB ke Golkar, JK Yakin Untungkan Jokowi dan Golkar

    "Dalam rapat pleno kemarin malam sudah disepakati secara aklamasi, Tuan Guru Bajang sebagai Koordinator Bidang Keumatan," ujar Airlangga Hartarto.

    Selain itu, Airlangga mengumumkan bahwa TGB juga sekaligus mengemban jabatan sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu atau Bappilu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden. "Semoga kehadiran Tuan Guru ini menambah semangat bagi kader Golkar di seluruh Indonesia," ujar Airlangga.

    TGB mantap menyatakan bergabung dengan Partai Golkar. "Insya Allah," ujar TGB kepada Tempo saat ditemui sebelum acara.

    Pada Juli lalu, TGB Zainul Majdi resmi menyatakan mundur dari Partai Demokrat. TGB mengambil sikap yang berbeda dengan partai berlambang mercy itu, dengan menyatakan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pemilihan presiden 2019.

    Pada bulan yang sama, TGB tak menampik dirinya sudah ditawari pindah partai oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Tawaran itu disampaikan menyusul kemungkinan TGB dijatuhi sanksi oleh Partai Demokrat karena mendukung Presiden Joko Widodo di pemilihan presiden 2019.

    Baca juga: TGB Resmi Bergabung ke Partai Golkar

    Kendati begitu, TGB menganggap tawaran itu disampaikan Airlangga secara spontan saja. Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu berujar, hubungannya dengan Airlangga selama ini ibarat abang dan adik. "Beliau kan lebih tua dari saya, saya panggilnya bang. Mungkin beliau agak kasihan juga melihat di media, gara-gara dukungan ini adiknya mau dikasih sanksi itu," kata TGB di kantor Tempo, Palmerah, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.