Tetangga Mengira Korban Penganiyaan Bahar bin Smith Kecelakaan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bahar bin Ali bin Smith (tengah) menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan perdana di Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Bandung, Selasa, 18 Desember 2018. Ia diperiksa atas dugaan melakukan kekerasan atau penganiayaan di muka umum.  ANTARA/Raisan Al Farisi

    Bahar bin Ali bin Smith (tengah) menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan perdana di Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Bandung, Selasa, 18 Desember 2018. Ia diperiksa atas dugaan melakukan kekerasan atau penganiayaan di muka umum. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah CAJ, korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bahar bin Smith dan beberapa temannya, di kawasan Tenjoloya, Kabupaten Bogor sepi saat Tempo berkunjung ke sana pada Kamis, 20 Desember 2018. “Saya kurang tahu kosong sejak kapan, tapi tiga hari lalu mah ada kok,” kata salah seorang warga, Helmawati (46) kepada Tempo.

    Simak: Disangka Dianiaya Bahar bin Smith, Begini CAJ Kata Tetangga

    Helma mengatakan, keluarga CAJ memang dikenal sebagai orang tertutup dan bukan orang asli alias pendatang. “Dia datang dari Jakarta, emang sih dia sering pulang ke Jakarta, tapi biasanya nggak lama ntar ada lagi di rumah,” kata Helma.

    Helma menuturkan mulanya tidak tahu jika CAJ menjadi korban kecelakaan. Sebab, kabar yang beredar di kalangan para tetangga, CAJ baru saja kecelakaan. Bahkan, beberapa pekan lalu, para tetangga menjenguk CAJ.

    Baru beberapa hari terakhir ini Helma tahu bahwa CAJ menjadi korban penganiayaan. “Itu juga tahunya dari Facebook ada tetangga yang liat,” kata dia.

    Helma mengatakan, keluarga CAJ dikenal sebagai orang yang tidak pernah bertetangga. “Bapaknya sibuk bertani, sedangkan ibunya dirumah saja jarang keluar,” kata Helma.

    Disinggung soal keseharaian CAJ, Helma mengatakan, awalnya saat duduk dibangku Sekolah Dasar, CAJ rutin mengikuti pengajian anak-anak di lingkungan sekitar. “Pas masuk SMP, sudah enggak kelihatan lagi, dapat info dari tetangga dia masuk pesantren,” kata Helma.

    Helma mengaku tidak mengetahui lagi aktifitas CAJ selama di pondok pesantren. Hanya saat CAJ pulang sekitar 1 tahun lalu, dirinya kaget melihat penampilan baru CAJ. “Dia sempet tuh pulang, saya kaget, rambutnya jadi gondrong terus di cat warna kuning keemasan, padahal dulunya rambut dia item,” kata Helma.

    Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto, mengatakan CAJ menjadi korban penganiayaan setelah ia berkunjung ke Seminyak, Bali pada 26 November 2018. Saat itu, CAJ dan kawannya mengaku sebagai Bahar bin Smith.

    Baca juga: 3 Hari Ditahan, Begini Kondisi Bahar bin Smith

    Sepulang dari Bali, ada dua orang yang mengaku sebagai utusan Bahar bin Smith datang menjemput keduanya. Mereka kemudian dibawa ke sebuah pondok pesantren. Di sana keduanya dipukuli. Polisi menyebut Bahar bin Smith yang juga ada di lokasi penganiayaan menjadi dalang. Ia sekarang ditahan di Kepolisian Daerah Jawa Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.