Hadiri Bedah Buku Asal-usul Jokowi, Begini Komentar Keluarga

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua penulis , Achmad Ramdhon (kanan) bersama Wawan Mas'udi (tengah) berbincang dalam bedah buku yang ditulisnya di Restoran Omah Sinten, Rabu 19 Desember 2018. Buku berjudul 'Jokowi dari Bantaran Kalianyar ke Istana' itu menceritakan tentang asal usul Jokowi. TEMPO/AHMAD RAFIQ.

    Dua penulis , Achmad Ramdhon (kanan) bersama Wawan Mas'udi (tengah) berbincang dalam bedah buku yang ditulisnya di Restoran Omah Sinten, Rabu 19 Desember 2018. Buku berjudul 'Jokowi dari Bantaran Kalianyar ke Istana' itu menceritakan tentang asal usul Jokowi. TEMPO/AHMAD RAFIQ.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunitas Sahabat Jokowi Solo menggelar acara bedah buku Jokowi dari Bantaran Kalianyar ke Istana di Restoran Rumah Sinten Solo, Rabu 19 Desember 2018. Acara ini dihadiri oleh ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo serta kedua paman Presiden, Miyono Suryo Sarjono dan Setiawan.

    Baca juga: Tunjukan Foto Hoax, Jokowi Minta Tolong Ulama Bendung Isu PKI

    Buku ini ditulis oleh Wawan Mas'udi, pengajar di Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Gadjah Mada, bersama Akhmad Ramdhon, dosen Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dalam penulisan buku ini, kedua peneliti melacak asal-usul Jokowi dari kakek-nenek dan kedua orang tuanya.

    "Kami mendatangi kampung-kampung tempat asal-usul keluarga Jokowi dan mengumpulkan beberapa sumber," kata Wawan dalam acara bedah buku tersebut. Ia mengaku telah melakukan penelitian soal Jokowi sejak 2010 untuk penulisan desertasi.

    Dari penelusuran yang mereka lakukan, diketahui bahwa kakek Jokowi dari jalur ayah, pernah menjabat sebagai Kepala Desa Krajan, Karanganyar, Jawa Tengah. "Kakek Jokowi menjabat sebagai kepala desa sejak Orde Lama hingga Orde Baru," kata Ramdhon menambahkan. Temuan itu, menurut dia, membantah fitnah Jokowi keturunan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).

    Baca: 9 Juta Orang Percaya Fitnah, Jokowi: Saatnya Saya Bicara Sekarang

    Alasannya, pemerintah orde baru tidak akan mungkin membiarkan orang yang tersangkut PKI untuk menjadi kepala desa. "Mbah Lurah ini menjabat sejak tahun 1950 hingga 1980-an," katanya.

    Paman Jokowi, Miyono, memberikan apresiasi terhadap penerbitan buku ini. "Buku ini ditulis oleh para akademisi yang tentunya memiliki dasar penulisan yang kuat," katanya. Ia pun berharap buku ini bisa menetralisir fitnah-fitnah terhadap Jokowi yang berkembang sejak lima tahun silam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.