Keluarga Soeharto Tak Temui Harmoko

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta:Tak bisa menemui Soeharto, Harmoko yang datang menjenguk pun tak ditemui satu pun dari anak-anak penguasa Orde Baru itu.“Saya ditemui Tri Widodo, Ibu Sudwikatmono dan Ibu Probosutedjo sebagai perwakilan keluarga,” kata Harmoko di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Rabu (16/1) malam.Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat saat Presiden Soeharto lengser ini hanya setengah jam berada di sana. Berbalut kemeja batik coklat dia hanya menebar tersenyum. Situasi yang ditemui Harmoko itu hampir sama dengan yang terjadi pada mantan presiden B.J Habibie yang membesuk kemarin. Tak bisa melihat Soeharto, ia pun tak diterima oleh anak-anaknya. Menurut dia, Soeharto tidur di ruang ICU. Ia pun tidak dapat melihat Soeharto dari jendela ICU. “Ruangan itu disterilkan,” katanya. Namun, Harmoko mengatakan pernah bertemu Soeharto dan Keluarga Cendana dua kali sebelum Soeharto sakit. Yakni, kata dia, pada pertemuan dengan Sudwikatmono dan waktu melayat mantan Jaksa Agung M Singgih. Selanjutnya, Harmoko belum berencana membesuk lagi. “Lebih baik saya sholat dan tahajut mendokannya,” katanya. Amandra Mustika





Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Minta Maaf

5 Februari 2008

Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Minta Maaf

Menurut Toriq, sama sekali tidak ada niat melecehkan agama dengan ilustrasi tersebut.


Pendukung Soeharto Unjuk Rasa di UNCAC

30 Januari 2008

Pendukung Soeharto Unjuk Rasa di UNCAC

Pelakunya adalah beberapa penyusup yang mengaku tergabung dalam Pemuda NKRI.


Yayasan Mangadeg Harus Bayar Ganti Rugi Hutan Giribangun

29 Januari 2008

Yayasan Mangadeg Harus Bayar Ganti Rugi Hutan Giribangun

Begug mengakui pihaknya mengajukan permohonan tukar guling hutan ke Perhutani. Pengajuan ini atas permintaan Soeharto sebelum masuk rumah sakit. Sejak dibangun yayasan terpaksa terus melakukan perpanjangan perjanjian pinjam pakai. "Hal itu menjadi ganjalan pikiran Pak Harto," katanya.


Gelar Pahlawan untuk Soeharto Belum Perlu

29 Januari 2008

Gelar Pahlawan untuk Soeharto Belum Perlu

Wacana pemberian gelar pahlawan, kata Ginandjar, justru akan memperbanyak pro dan kontra seputar almarhum Soeharto.


Tak Ada Lonjakan di Bandara Adisucipto

29 Januari 2008

Tak Ada Lonjakan di Bandara Adisucipto

Pengelola Bandara Adisucipto, Yogyakarta, membantah kabar terjadi lonjakan pendaratan pesawat di bandara tersebut akibat pengalihan dari Bandara Adisumarmo, Solo.


Satu Persatu Mereka Meninggalkan Giri Bangun

28 Januari 2008

Satu Persatu Mereka Meninggalkan Giri Bangun

Tak lama berselang, Tommy Soeharto yang keluar. Wajahnya menampakkan rasa lelah meski dia berusaha tersenyum. Wartawan pun mengerubungi untuk sekedar mendapatkan sepatah dua patah kata dari mulutnya. "Kami sedang berduka," katanya mengelak.


Xanana Akhirnya Melayat Soeharto

28 Januari 2008

Xanana Akhirnya Melayat Soeharto

Malam ini, keluarga Soeharto menggelat tahlilan Ndalem Kalitan, Solo. Menurut kuasa hukum keluarga Cendana Juan Felix Tampubolon, acara ini akan diikuti oleh anak-anak Soeharto, kerabat dekat, dan masyarakat setempat.


Anak-anak Soeharto Masih Enggan Berkomentar

28 Januari 2008

Anak-anak Soeharto Masih Enggan Berkomentar

Tommy Soeharto merupakan orang pertama yang turun dari komplek makam menuju halaman parkir melalui pintu gerbang utama. Dia diikuti pengusaha Robby Sumampouw dan artis Yenny Rahman. Dia menolak berbicara kepada wartawan yang mengerubunginya. "Sudah cukup, kami sedang berduka," kata dia.


Pesanan Karangan Bunga di Yogyakarta Sepi

28 Januari 2008

Pesanan Karangan Bunga di Yogyakarta Sepi

Hal senada disampaikan Puspo, pengelola Toko Bunga Puspo. Pesanan karangan bunga sampai kini hanya tiga karangan bunga. Pesanan itu datang dari DPRD Maluku, Pemerintah daerah Maluku dan Jakarta. "Waktu isteri pak Hidayat Nurwahig (Ketua MPR) meningga, kami dapat 20 pesanan," kata Puspo.


Empat Truk Karangan Bunga Dikirim ke Kalitan

28 Januari 2008

Empat Truk Karangan Bunga Dikirim ke Kalitan

Dia meminta pelayat mengantarkan sendiri bunga ke Giri Bangun. Suparno, keluarga dekat almarhumah Tien Soeharto mengatakan, kiriman bunga melati juga berdatangan di Ndalem Kalitan. "Ada sekitar enam karung," ujarnya.