Survei Internal: Ma'ruf Amin Belum Kerek Elektabilitas Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, bersiap menyerahkan sorbannya yang terjual Rp 125 juta kepada pembeli melalui lelang saat acara Konser Nasyid dan Sholawat untuk Kerukunan Bangsa di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 20 Okotober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, bersiap menyerahkan sorbannya yang terjual Rp 125 juta kepada pembeli melalui lelang saat acara Konser Nasyid dan Sholawat untuk Kerukunan Bangsa di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 20 Okotober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kubu Calon Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi sedang gencar menggarap suara di Banten. Sebabnya, berdasarkan survei internal, Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang menjadi pendamping Jokowi belum mampu mengerek popularitas pasangan ini di Banten.

    Baca: Ma'ruf Amin Klaim Ulama Pro Prabowo Beralih Dukung Jokowi

    Seperti dikutip dari laporan Majalah Tempo edisi 15 Desember 2018, popularitas Ma’ruf yang rendah di Banten berakibat pada hasil survei pasangan Jokowi - Ma’ruf. Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Maman Imanulhaq, menuturkan, hasil sigi internal menunjukkan pasangan nomor urut satu hanya meraup 39 persen suara responden. Sedangkan lawannya, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, mendapat 58,7 persen. Sisanya tak menjawab.

    Banten memang basis pemilih Prabowo. Pada pemilihan presiden 2014, Prabowo, yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, mengantongi 57,1 persen suara. Adapun Jokowi-Jusuf Kalla dipilih oleh 42,9 persen warga. Dalam pemilihan presiden tahun depan, jumlah pemilihnya 8,1 juta, naik 200 ribu dibanding pemilihan 2014.

    Beratnya medan di Banten dibahas khusus dalam Rapat Kerja Nasional Bravo-5, tim bentukan Luhut Binsar Pandjaitan yang berisi purnawirawan TNI, di Hotel Golden Boutique, Jakarta, pada 8-10 Desember lalu. Menurut Ketua Bravo-5 Wilayah Banten Irsyad Djuwaeli, dalam pertemuan itu, Ketua Dewan Pengarah Bravo-5 Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan daerah-daerah yang masih rawan, seperti Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.

    Meskipun di Banten kalah, di Jakarta dan Jawa Barat sebenarnya Jokowi-Ma’ruf unggul. Tapi selisihnya tipis. Berdasarkan hasil survei Bravo-5, Jokowi - Ma’ruf menang dengan 54,4 persen suara di Jakarta.

    Adapun di Jawa Barat, provinsi dengan pemilih terbanyak, yakni 32 juta, elektabilitasnya hanya 48,3 persen. Bandingkan dengan di Jawa Tengah dan Yogyakarta serta di Jawa Timur. Menurut survei yang sama, di Jawa Tengah dan Yogyakarta, suara Jokowi-Ma’ruf di atas 75 persen, sedangkan di Jawa Timur mencapai 61,8 persen.

    Baca kelanjutannya: Bagaimana instruksi Luhut untuk mengerek elektabilitas Ma'ruf Amin?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.