Demokrat Klaim 200 Baliho dan Bendera Dirusak, Ribuan Diturunkan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meninjau langsung lokasi tempat pemasangan bendera yang diturunkan dan dirusak di jalanan Pekanbaru, Riau. sumber istimewa.

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meninjau langsung lokasi tempat pemasangan bendera yang diturunkan dan dirusak di jalanan Pekanbaru, Riau. sumber istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat mengklaim telah menghitung jumlah baliho di Pekanbaru, Riau, yang dirusak dan diturunkan oleh sekelompok orang. Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, ada 200 lebih baliho yang rusak disayat dan ribuan yang diturunkan. Namun, Ferdinand tak merinci berapa tepatnya yang dimaksud ribuan itu.

    Baca: SBY Perintahkan Semua Atribut Demokrat di Pekanbaru Diturunkan

    "Kami akan terus menelusuri untuk membuktikan siapa aktor di balik peristiwa ini," kata Ferdinand kepada Tempo, Ahad, 16 Desember 2018.

    Perusakan dan penurunan baliho, serta bendera Demokrat, diduga terjadi pada Sabtu dinihari, 15 Desember. Juru bicara Partai Demokrat, Imelda Sari juga mengklaim ada ribuan bendera partai yang diturunkan dan dirusak. Baliho penyambutan kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY pun turut dirusak.

    Pada hari yang sama, kepolisian mengklaim telah menangkap seorang pelaku perusakan berinisial HS. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, polisi menyita empat buah tiang bambu dan kayu, sejumlah sobekan baliho, dan pisau cutter dari HS.

    Baca: Polisi Tangkap HS Terduga Perusak Bendera Partai Demokrat di Riau

    Ferdinand melanjutkan, tim Demokrat langsung menelusuri sejumlah lokasi pada Sabtu malam. Dia mengaku sudah pula mengunjungi daerah yang diduga menjadi tempat bekerja pelaku. Ferdinand berujar, tim menemukan indikasi tindakan perusakan tersebut tak terlepas dari koordinasi dan perintah dari pemegang kekuasaan.

    "Kami juga memiliki sebuah bukti yang sangat kuat yang bisa menjadi petunjuk kuat bahwa ini ada campur tangan kekuasaan," kata Ferdinand. "Bukti ini belum bisa kami buka sekarang. Ada saatnya nanti."

    Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut pelaku perusakan adalah orang suruhan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Andi mengatakan informasi itu didapat dari seorang pelaku yang ditangkap Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat di Pekanbaru. Terduga pelaku itulah yang lantas diserahkan kepada polisi.

    Baca: Kata Kapitra Ampera PDIP Soal Video Perusakan Atribut Demokrat

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto membantah kadernya menjadi dalang di balik insiden perusakan dan penurunan bendera dam baliho itu. Hasto mengklaim tindakan semacam itu bukan watak partainya. Selain itu, kata dia, PDIP tak memiliki irisan persaingan dengan Partai Demokrat.

    VINDRY FLORENTIN | ANDITA RAHMA | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.