Jokowi Sebut Tahun Depan Dana Desa Ditambah Jadi Rp 70 Triliun

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019 di Sumatera Selatan, Minggu, 25 November 2018.

    Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019 di Sumatera Selatan, Minggu, 25 November 2018.

    TEMPO.CO, Banda Aceh-Presiden Joko Widodo melakukan sosialiasi prioritas dana desa pada  kepala desa, pendamping desa dan penyuluh dalam kunjungannya ke Provinsi Aceh. Acara digelar di ACC Dayan Dawood, Universitas Syah Kuala, Jumat, 14 Desember 2018,

    Kegiatan itu dihadiri Pelaksana tugas Gubenur Aceh Nova Iriansyah; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo; Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud dan sejumlah pejabat pemerintah daerah.

    Baca: Terbang ke Aceh, Jokowi Sosialisasikan Penggunaan Dana Desa

    Jokowi berujar dana desa telah dikucurkan pemerintah selama empat tahun untuk seluruh Indonesia. Pada tahun pertama dicairkan sebesar Rp 20,7 triliun, tahun kedua Rp 47 triliun, tahun ketiga Rp 60 triliun dan tahun keempat Rp 60 triliun. “Tahun depan direncanakan Rp 70 triliun,” kata Jokowi disambut tepuk tangan peserta.

    Menurut Jokowi, sampai tahun ini total dana desa yang sudah dikucurkan untuk pembangunan sebesar Rp 187 triliun. Jika ditambah dengan tahun depan, kata dia, totalnya Rp 257 triliun. “Hati-hati dengan uang yang sangat besar sekali. Sebab itu saya ingatkan agar penggunaan bisa fokus, tepat sasaran, sesuai kebutuhan yang ada di desa dan gampong,” katanya.

    Simak: Jokowi Pesan ke Warga Aceh: Gunakan Dana Desa Sesuai Keperluan

    Jokowi menuturkan dana desa dapat dipakai untuk membangun jalan kampung, irigasi dan embung. Tapi, ujar dia, harus dipastikan yang dibangun memiliki manfaat besar bagi rakyat di desa dan gampong. "Jangan sampai membangun sesuatu tidak bermanfaat," kata Jokowi.

    Pengucuran dana desa, menurutnya, agar uang dapat mengalir ke tingkat bawah dan meningkatkan ekonomi. Misalnya membeli material diusahakan di desa saja, juga penggunaan tenaga kerja yang 100 persen dari desa. “Beredar uang dari orang ke orang di gampong itu, itu maksudnya dana desa.”

    Lihat: Jokowi Resmikan Proyek-Proyek Strategis Nasional di Aceh

    Tujuannya, kata Presiden, agar infrastruktur kecil-kecil terbangun dengan baik di desa yang akan memberikan manfaat besar bagi semua warga. Disebutkan Jokowi sampai saat ini dana yang disebar ke 74.800 desa telah berhasil membangun 158.000 kilometer jalan, 18.400 Posyandu, 48.600 PAUD, 6.900 pasar desa. “Banyak sekali, ini bermanfaat, berubah wajah desa dan ekonomi warga,” ujar Jokowi.

    Di akhir sambutannya, Jokowi mengajak semua masyarakat agar dewasa dalam berpolitik. “Jangan sampai karena perbeda pilihan, kita ini menjadi kayak tidak saudara.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.