Penyebab Meninggalnya Adik Emil Dardak Belum Diketahui

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eril Dardak. instagram.com/@emildardak

    Eril Dardak. instagram.com/@emildardak

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Rifai masih enggan berspekulasi terkait penyebab meninggal dunianya adik Bupati Trenggalek Emil Dardak, Eril Ariorisanto Dardak.

    Baca: Caleg, Adik Emil Dardak Tewas dengan Wajah Tertutup Plastik

    Mahasiswa Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu ditemukan meninggal di dalam kamar indekosnya di Jalan Dago Asri 1, nomor 24, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu, 12 Desember 2018. Eril, 21 tahun, merupakan salah satu calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional untuk dapil 7 Jawa Timur.

    "Kalau misalkan dibunuh kami tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan, ya. Kami kalau umpamanya lihat apakah ada tanda-tanda kekerasan, terus melihat di TKP itu apakah ada pengerusakan, kan tidak," ujar Rifai kepada Tempo, Kamis, 13 Desember 2018.

    Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, kata dia, pintu kamar kos yang dihuni korban terkunci dari dalam. Kemudian, polisi pun tidak menemukan adanya pengerusakan pintu.

    "Pintu terkunci dari dalam dan tidak dimasuki. Tidak ada pengerusakan atau pun orang yang kayak melalui pintu belakang. Terus pada mayat juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," ucap Rifai.

    Baca: Adik Emil Dardak Ditemukan Meninggal di Kamar Kos di Bandung

    Untuk sementara, kata Rifai, pihaknya tidak bisa mengatakan penyebab meninggalnya Eril karena pembunuhan. Selain tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban, kata Rifai, juga tidak ada tanda-tanda pengerusakan, baik dari pintu depan atau belakang.

    Rifai masih terus melakukan pemeriksaan lebih jauh untuk menemukan penyebab meninggalnya korban. Berdasarkan olah TKP, ditemukan pula plastik yang menutupi bagian wajah Eril. Namun, Rifai menjelaskan plastik itu bukan menjadi penyebab korban meregang nyawa.

    "Gambarannya, kalau kita membekap orang pakai plastik kan bisa saja tapi harus keras itu terlilit di leher dan itu pasti ada tanda lebam dan merah. Nah itu tidak ada jadi plastik itu cuma menutupi saja dan terbuka. Tidak terikat pada korban," kata Rifai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.