Evakuasi Korban Penyerangan Papua, Wiranto: TNI Tak Gunakan Bom

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto berbicara kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto membantah kabar bahwa TNI menggunakan bom dalam proses evakuasi korban penyerangan kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua. Menurut dia, senjata yang digunakan TNI adalah granat-granat pelontar.

"Suaranya untuk orang awam sama dengan bom. Tapi barangnya tidak. Kalau bom dijatuhkan dari udara, kalau ini (granat) ditembakkan dari senapan. Jadi jangan sampai ada berita yang simpang siur seperti itu," kata Wiranto seusai menggelar rapat koordinasi terbatas di kantornya, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018.

Baca: Korban Selamat Penembakan Papua asal Garut Jalani Trauma Healing

Anggota DPRD Nduga, Ikabus Gwijangge sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat setempat yang menyebutkan bahwa masyarakat sipil yang menjadi korban dalam proses evakuasi tersebut.

"Bahkan, ada disampaikan jika kejadian proses evakuasi, warga menjadi korban. Di mana awalnya ada dua dan saya dengar lagi sudah ada enam yang jadi korban. Bahkan ada penurunan sejenis bom, tetapi tidak meledak sehingga tidak tahu jenis apa yang diturunkan," kata Ikabus.

Wiranto mengatakan proses evakuasi oleh tim gabungan TNI-Polri terus dilakukan hingga saat ini. Tim gabungan itu, kata dia, tidak hanya terdiri dari pasukan organik Brimob maupun TNI di Papua. "Tapi kami juga datangkan dari pasukan non-organik bukan dari Papua. Apakah itu Brimob maupun Kopassus, karena memang dibutuhkan. Medannya memang sangat sulit sekali," ujarnya.

Baca: Kejar Kelompok Bersenjata, Polda Papua dan TNI Bentuk Tim

Pada Ahad, 2 Desember lalu, sekitar 28 pekerja diserang oleh kelompok bersenjata. Dari jumlah itu, sebanyak 14 orang langsung meninggal di lokasi kejadian. Adapun sisanya berupaya menyelamatkan diri. Namun hanya empat orang yang berhasil mencapai Pos TNI Yonif 755 di Mbua. Lima orang lainnya diketahui dibantai oleh kelompok bersenjata.

Sementara itu, penyerangan tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya dari Organisasi Papua Merdeka. Mereka tak terima atas pembangunan jalan Trans Papua. "Prinsipnya kami berjuang menolak semua program pembangunan di Papua Barat. Kami hanya menuntut kemerdekaan," kata juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom. TPNPB adalah sayap militer OPM.

Baca: Jenazah ke-17 Korban Penembakan di Nduga Papua Teridentifikasi






HUT TNI ke-77 Mengenang 5 Tokoh TNI: Jenderal Soedirman hingga AH Nasution

8 jam lalu

HUT TNI ke-77 Mengenang 5 Tokoh TNI: Jenderal Soedirman hingga AH Nasution

HUT TNI ke-77, pembentukan TNI tidak luput dari jasa para tokoh antar lain Jenderal Soedirman, Ahmad Yani dan AH Nasution.


10 Twibbon HUT TNI ke-77, Silakan Downdload dan Unggah Link Ini

13 jam lalu

10 Twibbon HUT TNI ke-77, Silakan Downdload dan Unggah Link Ini

Berikut adalah beberapa link twibbon HUT TNI ke-77, berikut cara mengunduh dan mengunggahnya.


Tokoh Adat Minta MRP dan DPR Papua Bantu KPK untuk Bisa Periksa Lukas Enembe

17 jam lalu

Tokoh Adat Minta MRP dan DPR Papua Bantu KPK untuk Bisa Periksa Lukas Enembe

Tokoh Adat minta MRP dan DPR Papua melakukan pendekatan dengan tetua adat dari gunung agar pemeriksaan Lukas Enembe bisa segera dilakukan oleh KPK.


Komisioner Komnas HAM Baru Diharap Lanjutkan Dialog Damai Papua

17 jam lalu

Komisioner Komnas HAM Baru Diharap Lanjutkan Dialog Damai Papua

Anggota Tim Pansel Anwar Makarim berharap komisioner Komnas HAM yang baru bisa melanjutkan dialog damai di Tanah Papua.


HUT TNI ke-77: Jalan Berliku Terbentuknya TNI, Masih Ingat ABRI Masuk Desa?

18 jam lalu

HUT TNI ke-77: Jalan Berliku Terbentuknya TNI, Masih Ingat ABRI Masuk Desa?

Terbentuknya TNI sudah dimulai setelah dua hari pasca proklamasi kemerdekaan. Masih ingat TKR hingga program ABRI Masuk Desa?


Pemanggilan Lukas Enembe, KPK Hindari Upaya Penjemputan Paksa

22 jam lalu

Pemanggilan Lukas Enembe, KPK Hindari Upaya Penjemputan Paksa

KPK berupaya menghindari upaya penjemputan paksa terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe dalam kasus dugaan gratifikasi dan lebih mengutamakan persuasif


DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

1 hari lalu

DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

Orgenes mengatakan kebiadaban KKB di wilayah itu sangat mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat sipil pada umumnya.


Korban Tewas Bom Sekolah Afghanistan Naik Menjadi 43 Orang, Mayoritas Siswa Perempuan

1 hari lalu

Korban Tewas Bom Sekolah Afghanistan Naik Menjadi 43 Orang, Mayoritas Siswa Perempuan

Jumlah korban tewas akibat serangan bom bunuh diri di sebuah sekolah di ibu kota Afghanistan pekan lalu telah meningkat menjadi sedikitnya 43 orang


KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

2 hari lalu

KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

KontraS menyatakan setidaknya ada empat argumentasi mengapa dugaan pelanggaran hukum dan HAM terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan.


TPNPB-OPM Bakar Kantor Distrik Paniai Utara dan Nyatakan Perang dengan Indonesia

3 hari lalu

TPNPB-OPM Bakar Kantor Distrik Paniai Utara dan Nyatakan Perang dengan Indonesia

TPNPB menyatakan pembakaran kantor Distrik Paniai Utara sebagai awal perang terhadap pemerintah Indonesia.