Membantu Kaum Perempuan Berbuah Keuntungan Finansial

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Managing Director Esta Kapital Yefta Surya Gunawan.
Foto/Tempo/Putri Rahayu

    Managing Director Esta Kapital Yefta Surya Gunawan. Foto/Tempo/Putri Rahayu

    INFO NASIONAL - Perusahaan financial technology (teknologi keuangan) atau kerap disebut fintech kian menjamur. Masing-masing menawarkan keunggulannya. Di antara 64 perusahaan–data OJK per Agustus 2018–Esta Kapital Fintek mencuat dengan tawaran menggiurkan: mengajak masyarakat memiliki jiwa sosial dengan menolong kaum perempuan mengembangkan usaha mikro, sekaligus mendapat timbal balik berupa keuntungan finansial.

    “Tak hanya membantu, Esta juga memberikan insentif pada pemberi pinjaman berupa bunga 8-12 persen per tahun,” ujar Direktur Utama Yefta Surya Gunawan, di Tangerang, Rabu, 5 Desember 2018.

    Sistem yang diterapkan Esta Kapital Fintek memungkinkan setiap orang yang memiliki dana lebih dapat menyalurkannya melalui perusahaan tersebut kepada masyarakat ekonomi lemah yang membutuhkan. Pendaftaraan sebagai pendana, atau lender, melalui laman estakapital.co.id. Di sana, terdapat pilihan besaran dana yang akan diberikan serta target orang yang akan dibantu. 

    Jumlah minimum peminjaman dana adalah Rp 3,3 juta selama 40 pekan. Jika seseorang menyalurkan dana sebagai pemberi pinjaman di jumlah tersebut, maka 10 bulan kemudian ia mendapat Rp 3,5 juta, atau mendapat insentif sebesar 6 persen. Prosentase ini diperoleh dengan rincian sebagai berikut: bunga per tahun adalah 10 persen, maka 10 bulan berarti 8 persen, lalu dikurangi biaya administrasi dan biaya jasa sebesar 2 persen.

    Semakin besar lender mengucurkan dana, keuntungan yang didapat akan lebih besar. Terlebih, pengembalian dana diberikan tiap pekan. Jadi tak perlu menunggu sekian bulan atau di akhir tahun. Sebagai investasi, boleh dibilang hasil yang diterima cukup kompetitif dibandingkan deposito.

    Namun bukan itu saja tujuan Esta Kapital Fintek. Bernaung di bawah payung besar Esta Corporation, Esta Kapital Fintek merupakan perpanjangan tangan bagi Esta Dana Ventura.

    Sebagai informasi, Esta Dana Ventura adalah perusahaan finansial offline yang memberi pinjaman kepada pelaku usaha kecil, khusus untuk para ibu atau perempuan, yang memiliki keterbatasan akses mendapatkan pinjaman di lembaga keuangan besar. Harapannya, pinjaman tersebut membuka kesempatan pada masyarakat kecil dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sesuai dengan visi Esta Corp “membangun komunitas tanpa kemiskinan.”

    Selama tujuh bulan, sebanyak 9.694 pengusaha mikro mendapat pembiayaan, penyaluran dana sebesar Rp 30,13 miliar, dan kelancaran mengembalikan pinjaman sebanyak 98,87 persen.

    Tak sembarang orang dapat menerima pinjaman dari Esta. Saat ini, penyaluran pinjaman terfokus pada kaum perempuan, atau para ibu, melalalui seleksi ketat, dan lebih banyak menyasar bagian timur Indonesia.

    Pemilihan wilayah timur, terang Yefta, lantaran belum banyak perusahaan finansial dapat menjangkau ke pelosok akibat biaya operasional cukup tinggi dan belum ditunjang infrastruktur mumpuni.

    Sedangkan ihwal kaum ibu yang mendapat prioritas dana bantuan karena mereka lebih bertanggung jawab. “Terbukti dari 9.800 nasabah hanya sekitar 100 yang tidak lancar atau 1 persen,” kata Yefta. Selain bantuan dana, nasabah mendapat pendampingan tiap pekan agar usaha mereka kian maju.

    “Inilah yang kami perjuangkan agar calon lender memiliki rasa aman dan nyaman. Semoga dapat menjawab keraguan seperti pertanyaan apakah dana yang saya salurkan untuk pinjaman akan kembali,” ungkap Yefta.

    “Ada ratusan juta masyarakat yang harus dibantu, Esta (Dana Ventura) selama tiga tahun berjalan baru sanggup menggapai 110 ribu orang. Itu pun termasuk cepat. Namun, butuh berapa lama mencakup semuanya? Itulah titik awal pembentukan Esta Kapital Fintek, mengajak masyarakat membantu saudara-saudara kita.”(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.