TNI Bantah Pakai Senjata Saat Evakuasi Korban Penembakan di Papua

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga korban penembakan di Kabupaten Nduga Papua, Emanuel B.B Naektias menyambut kedatangan jenazah Emanuel di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang, NTT, 8 Desember 2018. Emanuel merupakan satu dari 20 korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, yang bekerja sebagai Kepala Pelaksana Pekerjaan Jembatan Jalan Trans Papua di PT. Istaka Karya. ANTARA

    Sejumlah keluarga korban penembakan di Kabupaten Nduga Papua, Emanuel B.B Naektias menyambut kedatangan jenazah Emanuel di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang, NTT, 8 Desember 2018. Emanuel merupakan satu dari 20 korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, yang bekerja sebagai Kepala Pelaksana Pekerjaan Jembatan Jalan Trans Papua di PT. Istaka Karya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Letnan Kolonel Infanteri Dax Sianturi membantah berita yang menyatakan TNI dan Polri menggunakan bom atau tembakan untuk mengevakuasi korban tewas dan luka-luka dalam serangan terhadap pekerja proyek jembatan Yigi, Nduga, Papua. "Hoaks ya itu," ujar Dax melalui pesan teks, Ahad, 9 Desember 2018.

    Ia menyatakan bahwa helikopter yang digunakan untuk mengangkut korban yang dibunuh pada Ahad, 2 Desember 2018 itu adalah helikopter angkut. "Bukan helikopter serang. Bagaimana ceritanya pakai bom?" kata Dax.

    Baca: Tokoh Agama Papua Minta Aparat Keamanan Lindungi Warga Sipil ...

    Tabloidjubicom memberitakan bahwa empat warga sipil setempat tewas ditembak aparat keamanan saat evakuasi jenazah pekerja Istaka Karya yang ditembak pada Ahad, 2 Desember 2018. Samuel Tabuni yang disebut situs itu sebagai tokoh pemuda Papua, mengaku kerabatnya menjadi korban penembakan aparat keamanan pada 4-5 Desember 2018.

    “Dua di Mbua, dua di Yigi. Mereka ditembak aparat keamanan saat proses evakuasi,” kata Samuel, Ahad, 9 Desember 2018 sebagaimana dikutip tabloidjubi.com. Salah satu korban yang ditembak di Mbua adalah paman Samuel. Lelaki itu majelis gereja, “Namanya Yulianus Tabuni,” ujar Samuel.

    Baca: Pigai Sebut Jokowi Sudah Diingatkan Potensi ...

    Hingga kini, tim gabungan TNI dan Polri masih mencari lima karyawan PT Istaka Karya yang belum diketahui keberadaannya pascapenyerangan.  Lima karyawan yang belum diketahui nasibnya itu adalah M. Ali Akbar, Petrus Ramli, Hardi Ali, Simon Tandi, dan Riki Simanjuntak.

    Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Kamal mengatakan karyawan PT Istaka Karya yang berada di kamp di Distrik Yigi tercatat 28 orang. Sebanyak 16 orang di antaranya meninggal dalam serangan, termasuk satu staf BBPJN Papua.

    Simak: Penyerangan di Papua, Nasib 5 Pekerja Istaka ...

    Tujuh karyawan ditemukan selamat dan tiga di antaranya masih dirawat di RS Caritas Timika. Selain tiga karyawan Istaka, tercatat satu anggota Brimob yang terluka dirawat di rumah sakit itu.

    Korban tewas yang jenazahnya telah dievakuasi itu adalah Agustinus T, Jepry Simaremare, Carly Zatrino, Alpianus M, Muh. Agus, Fais Syahputra, Yousafat, Aris Usi, Yusran, Dino Kondo, Markus Allo, Efrandy Hutagaol, Samuel Pakiding, Anugrah Tolu, Emanuel Beli Naikteas dan Daniel Karre.

    Kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya dari sayap militer Organisasi Papua Merdeka menyatakan bertanggungjawab atas penyerangan itu. ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.