Kasus Blangko E-KTP, Kemendagri: Tak Ada Kebocoran Data Penduduk

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Ditjen Dukcapil Kemendagri menggunting bagian KTP-el yang rusak saat pemusnahan di Gudang Aset Kemendagri, jalan raya Parung, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 30 Mei 2018. Pemusnahan dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan KTP elektronik invalid saat Pilpres 2019 mendatang. ANTARA

    Pegawai Ditjen Dukcapil Kemendagri menggunting bagian KTP-el yang rusak saat pemusnahan di Gudang Aset Kemendagri, jalan raya Parung, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 30 Mei 2018. Pemusnahan dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan KTP elektronik invalid saat Pilpres 2019 mendatang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Gede Sudartha, memastikan tak ada kebocoran data kependudukan akibat peristiwa penjualan blanko e-KTP yang terbongkar belakangan ini. Menurut dia, keduanya tak saling berkaitan.

    Baca: Langkah Dirjen Dukcapil Kemendagri Atasi Persoalan E-KTP

    Gede mengatakan data kependudukan tersimpan dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). "Sistem itu kan ada pengamannya. Sejauh ini masih belum ada yang bocor," kata dia saat dihubungi Tempo, Ahad, 9 Desember 2018.

    Gede mengatakan pengamanan data kependudukan sangat ketat lantaran diamanatkan undang-undang untuk dilindungi. "Jika sampai bocor, negara dan masyarakat akan sangat dirugikan. Makanya ancaman pidananya 10 tahun dan denda Rp 1 miliar," ujarnya.

    Baca: 4 Fakta Seputar Temuan Ribuan e-KTP dalam Karung

    Kasus penjualan blanko e-KTP terungkap setelah terdapat penjualan via daring. Setelah ditelusuri, penjualnya merupakan anak dari mantan pejabat Dukcapil di Lampung. Pelakunya mengaku iseng menjual blanko tersebut.

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sebelumnya menyatakan praktik tersebut tak mempengaruhi data kependudukan. Blangko e-KTP yang diperdagangkan, kata dia, tak bisa digunakan layaknya kartu identitas yang asli. Sebab, e-KTP tersebut tak memiliki chip yang terhubung dengan data pemerintah.

    Baca: Kemendagri Bantah Sistem Pengamanan E-KTP Jebol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.