Selasa, 11 Desember 2018

Jokowi: Di Jawa, Bensin Naik Rp 500 Demonya Bisa 2 Bulan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tahun 2018 di Bandar Lampung, Lampung, Kamis 6 Desember 2018. ANTARA FOTO/Ardiansyah

    Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tahun 2018 di Bandar Lampung, Lampung, Kamis 6 Desember 2018. ANTARA FOTO/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyindir pihak-pihak, terutama di Pulau Jawa, yang kerap menggelar unjuk rasa jika pemerintah menaikkan sedikit harga bahan bakar minyak (BBM). Jokowi meminta mereka berkaca pada kondisi masyarakat Papua yang harus merogoh kocek lebih dalam jika ingin membeli seliter bensin.

    Baca juga: Pembunuhan di Papua, Jokowi: Kejar dan Tangkap Seluruh Pelaku

    "Di Jawa bensin Rp 6.450 per liter. Naik Rp 500 saja jadi Rp 7.000, demonya berapa bulan? Naik Rp 500 saja demonya dua bulan berturut-turut, naik Rp 1.000 demonya empat bulan," katanya saat menerima Peserta Konferensi Mahasiswa Nasional Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 Desember 2018.

    Menurut Jokowi, harga bensin di Papua per liternya sepuluh kali lipat dibandingkan di Jawa. Namun masyarakat Papua tidak pernah mendemo pemerintah.

    Jokowi menuturkan ia sudah empat kali ke Wamena, Papua, tapi masyarakat di sana tidak pernah mendemonya soal harga BBM. Bahkan ia harus bertanya langsung untuk mengetahui berapa sebenarnya harga BBM di sana yang ternyata mencapai Rp 60-100 ribu per liter.

    Atas kondisi itulah, kata Jokowi, alasan pemerintahannya menetapkan BBM satu harga baik di Jawa atau di Papua. "Saya kaget waktu tahu seperti itu. Saat itu juga saya perintahkan, meskipun mundur 1,5 tahun, untuk bensin di sini (Papua) harus sama dengan yang di Jawa. Kita harus beli pesawat khusus bahan bakar, nyatanya bisa," katanya.

    Baca juga: Moeldoko Minta Penembakan di Papua Tak Dikaitkan dengan HUT OPM

    Jokowi mengatakan Indonesia adalah negara yang sangat besar dan terdiri dari ribuan pulau. Mengurus Indonesia, kata dia, tidak semudah menangani negara kecil yang masih berada di dalam satu daratan.

    Ia mengajak para mahasiswa agar tidak hanya melihat Pulau Jawa saja tapi juga 17 ribu pulau lainnya agar mengetahui bagaimana peliknya permasalahan di Indonesia. "Saudara-saudara tidak akan menyadari secara penuh kalau saudara belum pernah memasuki seluruh provinsi, kota, kabupaten yang ada. Enggak akan pernah bisa membayangkan," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.