Komnas Perempuan Beberkan Alasan Angka Kekerasan Seksual Naik

Reporter

Suasana aksi Women's March di depan Istana negara Jakarta, 3 Maret 2018. Dalam rangka menyambut Hari Perempuan Sedunia, ratusan wanita yang berasal dari berbagai organisasi turun ke jalan dalam satu gerakan Women's March dengan tajuk "Lawan Bersama Kekerasan Berbasis Gender". TEMPO/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Riri Khariroh, mengatakan sebanyak 50 persen kasus perempuan yang melaporkan tindak kekerasan seksual, berakhir dengan jalur mediasi. Jalur mediasi yang dimaksud adalah mengawinkan korban dengan pelaku kekerasan seksual.

"Ini terjadi karena mitos yang salah terhadap kekerasan seksual," kata Riri di kantor Fraksi Partai Persatuan Pembangunan pada seminar soal Masalah Hukum Pelecehan dan Kekerasan Seksual, Kamis, 6 Desember 2018.

Baca: 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Kampanyekan #HearMeToo

Riri mengatakan persoalan ini menjadi penyebab enggannya korban untuk melapor. Selain itu, ada perilaku aparat hukum yang tidak sensitif, bahkan malah cenderung menyalahkan korban. Hal itu Riri sebut sebagai revictimisasi.

Menurut Riri, setiap tahun jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan terus meningkat. Data Komnas Perempuan menyebut jumlah kekerasan seksual terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2017 berjumlah 335.062 kasus. Jumlah kekerasan naik drastis dari tahun sebelumnya yang berjumlah 259.150 kasus.

Riri menyebut setidaknya ada empat alasan mengapa angka kasus kekerasan seksual terus meningkat. Empat alasan tersebut adalah ketimpangan relasi kuasa, kuatnya budaya patriarki, pembiaran atau pemakluman oleh masyarakat, dan penegakkan hukum yang lemah.

Baca: Berkaca Kasus Baiq Nuril, Korban Pelecehan Seksual Jangan Bungkam

Soal poin terakhir, kata Riri, berkenaan dengan urgensi pembahasan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) oleh DPR, yang dapat mencegah kasus kekerasan seksual. "Aspek hukum, sejauh ini justru selalu membebani korban," ujarnya.

Anggota Komisi IX Fraksi PPP, Irgan Chairul Mahfiz mengatakan dirinya tidak yakin DPR akan dapat merampungkan RUU ini pada masa sidang ke dua yang akan berakhir Desember ini, meskipun sudah masuk dalam Prolegnas Prioritas sejak 2016 lalu. Tapi menurut dia, seminar yang digelar PPP dengan mengundang Komnas Perempuan dan stakeholder lain juga merupakan upaya untuk menyelesaikan RUU PKS.

"Seminar hari ini jadi upaya kami, karena kami tahu Komnas Perempuan juga pasti sudah menunggu-nunggu," kata Irgan.

Baca: DPR Diminta Segera Selesaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual






Simalakama Tempat Hiburan Malam Rawa Malang, dan Prostitusi Sajem di Jakarta Utara

5 jam lalu

Simalakama Tempat Hiburan Malam Rawa Malang, dan Prostitusi Sajem di Jakarta Utara

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Utara Yusuf Madjid menilai tempat hiburan malam di Kampung Rawa Malang harus disatukan dengan TPU.


Satpol PP Rajin Patroli Lokasi Prostitusi, setelah Kekerasan Seksual Timpa Remaja Putri 13 Tahun

6 jam lalu

Satpol PP Rajin Patroli Lokasi Prostitusi, setelah Kekerasan Seksual Timpa Remaja Putri 13 Tahun

Pemerintah Kota Jakarta Utara meningkatkan pengawasan tempat usaha hiburan tidak berizin dengan menggelar patroli keliling di lokasi prostitusi.


Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

21 jam lalu

Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta menambah titik kamera CCTV.


Menteri Bintang Puspayoga Ungkap Remaja Putri 13 Tahun Korban Kekerasan Seksual Sangat Trauma

1 hari lalu

Menteri Bintang Puspayoga Ungkap Remaja Putri 13 Tahun Korban Kekerasan Seksual Sangat Trauma

Menteri Bintang Puspayoga mengunjungi rumah remaja putri berusia 13 tahun korban kekerasan seksual.


4 Anak 11-13 Tahun Jadi Pelaku Kekerasan Seksual, Menteri PPPA: Hentikan Konten Asusila Dewasa

1 hari lalu

4 Anak 11-13 Tahun Jadi Pelaku Kekerasan Seksual, Menteri PPPA: Hentikan Konten Asusila Dewasa

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga menginstruksikan konten asusila dewasa yang mempengaruhi pertumbuhan anak.


Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Utara, Menteri Bintang Puspayoga Salut Keberanian Kakak

1 hari lalu

Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Utara, Menteri Bintang Puspayoga Salut Keberanian Kakak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengajak masyarakat berani melaporkan tindak kekerasan seksual anak.


Menteri PPPA Kunjungi Remaja Korban Pemerkosaan Empat Anak di Jakarta Utara

1 hari lalu

Menteri PPPA Kunjungi Remaja Korban Pemerkosaan Empat Anak di Jakarta Utara

Korban pemerkosaan yang masih berusia 13 tahun diberikan pendampingan khusus


Riza Patria Larang Prostitusi di Jakarta dan Ancam Beri Sanksi

2 hari lalu

Riza Patria Larang Prostitusi di Jakarta dan Ancam Beri Sanksi

Riza Patria tegaskan prostitusi dilarang dan tidak relevan adanya di Jakarta.


Riza Patria Janji Tutup Semua Lokasi Prostitusi di Jakarta

2 hari lalu

Riza Patria Janji Tutup Semua Lokasi Prostitusi di Jakarta

Riza Patria berjanji menutup semua lokasi prostitusi karena praktik tersebut melanggar aturan hukum.


Angelina Jolie Kunjungi Korban Banjir Pakistan, Berikut 5 Aksi Kemanusiaannya

3 hari lalu

Angelina Jolie Kunjungi Korban Banjir Pakistan, Berikut 5 Aksi Kemanusiaannya

Angelina Jolie seorang aktris yang aktif dalamberbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia utusan khusus UNHCR yang menangani pengungsi di dunia.