Beberapa Ketua Umum Parpol Hadiri Peringatan Hari Antikorupsi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua KPK Agus Rahardjo, dan Ketua DPR Bambang Soesatyo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Selasa, 4 Desember 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua KPK Agus Rahardjo, dan Ketua DPR Bambang Soesatyo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Selasa, 4 Desember 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik menghadiri Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNKP) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Bidakara, Jakarta, hari ini, Selasa, 4 Desember 2018. Acara itu digelar untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia.

    "Kali ini, dalam memperingati Hari Antikorupsi se-dunia, kami undang ketum-ketum partai politik," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam sambutannya.

    Baca juga: KPK: Gerakan Antikorupsi Itu Sudah Seharusnya dari Masyarakat

    Agus mengatakan, lembaga antirasuah ini sengaja mengundang partai politik karena mereka akan menandatangani komitmen sistem integritas partai. Langkah ini menjadi awal untuk upaya pencegahan tindakan korupsi di ruang lingkup politik.

    Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Hanura Osman Sabta Odang, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni.

    Baca juga: Jokowi Sempat Bingung Dapat Gelar Pelapor Gratifikasi Terpatuh

    Beberapa menteri juga menghadiri acara ini. Mereka adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman, pun hadir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.