Hadiri IEF, Prabowo: Saya Jarang Dapat Undangan Seperti Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Forum di Hotel Shangrilla, Jakarta, Rabu, 21 November 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Calon presiden Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Forum di Hotel Shangrilla, Jakarta, Rabu, 21 November 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Forum yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta hari ini, 21 November 2018. Mengenakan pakaian khas Betawi, calon presiden nomor urut 02 itu memasuki ruangan konferensi sekitar pukul 10.30 didampingi Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani dan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Maher Algadri.

    Prabowo menyalami para tamu konferensi yang telah lebih dulu tiba. Tak berapa lama, Ketua Umum Partai Gerindra itu naik ke podium untuk menyampaikan pidatonya tentang "The Path Ahead for Indonesia". Prabowo mengawali pidatonya dengan mengucapkan terima kasih atas undangan yang diterimanya. "Saya jarang mendapatkan undangan seperti ini," kata Prabowo dalam bahasa Inggris, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

    Baca: Prabowo Dituduh Hoax, Djoko Santoso: Sumber ...

    Indonesia Economic Forum merupakan acara tahunan yang digelar untuk mempertemukan para pembuat kebijakan, pebisnis, intelektual, dan entrepreneur untuk membahas kebijakan ekonomi yang akan mempengaruhi kondisi domestik.

    IEF digelar untuk menciptakan pengetahuan dan pemahaman serupa, serta membantu para pihak berkepentingan untuk berkontribusi pada pertumbuhan usaha.

    Baca:Cerita Djoko Santoso Soal Beratnya Tantangan ...

    Pasangan calon presiden Prabowo, calon wakil presiden Sandiaga Uno juga dijadwalkan hadir di acara ini. Sandiaga akan hadir sebagai pembicara pada pukul 15.00.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.