Mabes Polri Sebut Foto Sejumlah Polisi Mendukung Prabowo Hoax

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TNI Polri gelar Apel Operasi Kepolisian Terpusat pengamanan penyelenggara Pemilu 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa 18 September 2018 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    TNI Polri gelar Apel Operasi Kepolisian Terpusat pengamanan penyelenggara Pemilu 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa 18 September 2018 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepolisian RI (Polri ) menyatakan bahwa foto sejumlah polisi yang disebut mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam pemilu 2019 adalah hoax.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan acara  dalam foto itu merupakan kegiatan keagamaan. "Itu sedang acara meningkatkan iman dan taqwa di Polda Jawa Timur," ucap Dedi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 19 November 2018.

    Baca: Gerindra Sindir Polri dan Kejaksaan soal Iklan Kampanye Jokowi

    Menurut Dedi polisi sedang menelusuri penyebar pertama postingan foto hoax itu. Polri, kata Dedi, juga sudah bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menonaktifkan akun penyebar foto hoax itu.

    Sebelumnya, pada 12 November lalu, ramai beredar sebuah foto yang disebarkan oleh salah satu akun Facebook. Dalam foto itu diperlihatkan beberapa anggota kepolisian tengah duduk berkumpul di sebuah aula.

    Simak: Mabes Polri Kampanye Pemilu Damai Lewat Sepeda Santai

    Foto ini dilengkapi dengan keterangan bahwa para polisi itu siap mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakilnya, yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Akun Facebook itu memberi keterangan sebagai berikut:

    "KAMI POLRI SIAP MENGAWAL SUARA PRABOWO-SANDI DI PILPRES 2019. DEMI MENJAGA KEAMANAN NEGARA NKRI BAGAIMANA PENDUKUNG PRABOWO-SANDI APA SIAP MENGAWAL SUARA 02 DEMI MENUJU PERUBAHAN."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.