Demokrat: SBY Akan All Out Kampanyekan Prabowo Maret 2019

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi keterangan pers seusai pertemuan tertutup di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Dalam pertemuan tersebut, Partai Demokrat resmi berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam pilpres 2019. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi keterangan pers seusai pertemuan tertutup di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Dalam pertemuan tersebut, Partai Demokrat resmi berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam pilpres 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik menyatakan Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono atau SBY tetap memegang janji mengkampanyekan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Hal ini untuk merespon polemik soal janji kampanye yang ditudingkan elit Partai Gerindra kepada SBY belakangan terakhir.

    Baca: Kerap Kritik, Partai Demokrat: SBY Sayang Prabowo - Sandiaga

    "Mereka (Gerindra) mungkin belum tahu, Pak SBY nanti tetap akan turun langsung mengkampanyekan Pak Prabowo, bulan Maret 2019," ujar Rachland saat ditemui Tempo di sela menghadiri reuni eks aktivis Rumah Rode di Yogyakarta, Ahad, 18 November 2018.

    Rachland pun meminta belum turunnya SBY untuk mengkampanyekan Prabowo agar dimaklumi pihak yang mempersoalkannya. "Demokrat kan dalam pemilu 2019 tidak punya capres dan cawapres sendiri, otomatis kami enggak punya coat-tail effect (efek ekor jas) pilpres ini," ujar Rachland.

    Rachland menuturkan yang mendapat efek ekor jas hanya dua partai pengusung, yakni Jokowi selaku kader PDI Perjuangan dan Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerindra. Sementara partai lain, seperti Demokrat, secara teori tak ikut terdampak. "Mau tak mau kami berjuang sendiri untuk partai dulu," ujar Rachland.

    Baca: Polemik dengan Demokrat, Gerindra: Akan Diselesaikan Pimpinan

    Rachland menambahkan, Demokrat saat ini memang berfokus menjaga agar suara untuk perolehan kursi di DPR tak berkurang pada pemilu legislatif 2019. Demokrat menyatakan mau tak mau harus bekerja untuk pilpres dan pileg karena keduanya dilaksanakan dalam waktu bersamaan.

    "Jadi tolong juga usaha kami untuk memperjuangkan suara partai itu juga dihargai. Ini kan koalisi, bukan fusi, bukan lantas kalau mendukung lalu melebur jadi satu," ujar Rachland.

    Dia mengatakan, target Demokrat untuk pemilu legislatif mendatang tak berkurang dari 10 persen. Pemilu legislatif ini akan diperjuangkan sepenuhnya hingga sebulan sebelum pemilu 2019 dilaksanakan pada April 2019. "Setelah persiapan pemilu legislatif kami selesai, Pak SBY pada Maret 2019 akan full untuk mengkampanyekan Pak Prabowo," ujarnya.

    Lagi pula, Rachland menambahkan, waktu kampanye pilpres masih sekitar enam bulan. "Kalau sekarang kampanyenya orang sudah lupa juga nanti, jadi kami ambil ujung masa kampanye saja," ujar Rachland.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.