Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kata M.S. Kaban Soal Draft Koalisi Keumatan Tanpa Nama SBY

image-gnews
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan para kader Partai Demokrat mengangkat tangannya dalam perayaan ulang tahun ke-17 Partai Demokrat, di Jakarta, Senin, 17 September 2018. Dalam perayaan ulang tahun ke-17 ini, Partai Demokrat mengangkat tema
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan para kader Partai Demokrat mengangkat tangannya dalam perayaan ulang tahun ke-17 Partai Demokrat, di Jakarta, Senin, 17 September 2018. Dalam perayaan ulang tahun ke-17 ini, Partai Demokrat mengangkat tema "Utamakan Rakyat dan Bangun Politik yang Beradab". TEMPO/Fakhri Hermansyah
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak tercantum dalam draf berjudul Memorandum of Understanding (MoU) Nota Kesepaham Antara Aliansi Partai Politik Keumatan dan Kebangsaan yang diajukan kepada calon presiden Prabowo Subianto. Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Malem Sambat (MS) Kaban, salah satu penyusun draf koalisi keumatan itu tidak menjelaskan apakah ini kesalahan administrasi semata atau karena alasan tertentu.

"Semestinya (nama SBY) ada (dalam draf)," kata MS Kaban, Senin malam, 12 November 2018.

Baca: Sandiaga Tampik Pernah Ditanya Yusril soal Draf ...

Terdapat dua draf aliansi keumatan. Yakni draf yang disebut oleh Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, dan draf yang memperbarui. Juru bicara Front Pembela Islam Munarman mengatakan draf yang dibeberkan Yusril itu telah direvisi. "Itu bukan draf yang kami bahas. Draf itu enggak jadi dipakai," kata Munarman, Jumat, 9 November 2018.

Munarman mengatakan, draf dua halaman berisi lima poin kerja sama itu kurang komprehensif. Draf revisi, kata dia, disusun oleh tim yang terdiri dari sejumlah ulama menjadi lebih detail dan operasional. Salah satunya adalah Kaban. Tempo memperoleh salinan draf yang baru dari Kaban.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Baca: Yusril Sebut Alumni 212 Ikut Susun Tuntutan ...

Draf setebal tujuh halaman ini memuat delapan bab dan sepuluh pasal. Menurut Kaban draf ini telah diajukan ke pimpinan FPI Rizieq Shihab. Kini, penyusun drfa dan para ulama 212 menunggu waktu bertemu Prabowo untuk membahasnya. "Belum tahu kapan, karena beliau mungkin masih sibuk," ujar mantan Menteri Kehutanan ini.

Sama seperti draf koalisi keumatan sebelumnya yang dibeberkan Yusril, draf ini memuat pertimbangan kerja sama pemenangan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019. Ada enam poin pertimbangan yang semuanya menyebut pentingnya pemenangan pemilihan legislator antarpartai koalisi demi pengamanan kebijakan eksekutif di parlemen. "Aspek strategis Aliansi Keumatan dan Kebangsaan adalah saling kerja sama antarpartai politik dalam alokasi kursi legislatif," demikian tertulis dalam poin keempat pertimbangan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Inilah Alasan Mahkamah Internasional Memutuskan Pendudukan Israel di Palestina Ilegal

10 jam lalu

Mahkamah Internasional (ICJ) pada hari Jumat memerintahkan Israel untuk menghentikan serangan militernya di Rafah, dengan segera.
Inilah Alasan Mahkamah Internasional Memutuskan Pendudukan Israel di Palestina Ilegal

Mahkamah Internasional mengatakan kebijakan Israel di wilayah Palestina yang diduduki merupakan bentuk aneksasi.


Demonstrasi di Bangladesh: Pengerahan Militer dan Jam Malam hingga Disoroti Kepala HAM PBB

11 jam lalu

Pengunjuk rasa anti-kuota berbaris saat  terlibat dalam bentrokan dengan Liga Chhatra Bangladesh, sayap mahasiswa dari partai berkuasa Liga Awami Bangladesh, di Universitas Dhaka, di Dhaka, Bangladesh, 16 Juli 2024. REUTERS/ Mohammad Ponir Hossain
Demonstrasi di Bangladesh: Pengerahan Militer dan Jam Malam hingga Disoroti Kepala HAM PBB

Beberapa hari belakangan, Bangladesh menjadi sorotan dunia karena aksi demonstrasi besar-besaran


Airlangga Benarkan Rencana Kenaikan Gaji PNS Tahun Depan: Iya, Disesuaikan..

13 jam lalu

Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS). TEMPO/Subekti
Airlangga Benarkan Rencana Kenaikan Gaji PNS Tahun Depan: Iya, Disesuaikan..

Pemerintah membenarkan rencana kenaikan gaji pegawai negeri sipil atau PNS pada tahun 2025.


Terpopuler Bisnis: Profil Fauzi Baadila Komisaris PT Pos Indonesia, Gangguan Sistem Layanan Penerbangan Maskapai AirAsia dan Citilink

21 jam lalu

Fauzi Baadila. Dok.TEMPO/Ramdani
Terpopuler Bisnis: Profil Fauzi Baadila Komisaris PT Pos Indonesia, Gangguan Sistem Layanan Penerbangan Maskapai AirAsia dan Citilink

Profil Fauzi Baadila yang menjabat sebagai Komisaris PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND.


Soal Pelantikan Thomas Djiwandono dan Sudaryono Sebagai Wamen, Gibran: Percepat Proses Transisi

1 hari lalu

Wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka dan Bupati Kendal, Dico Ganinduto blusukan untuk bertemu dengan warga, pedagang, dan kalangan nelayan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 20 Juli 2024. Foto: Istimewa
Soal Pelantikan Thomas Djiwandono dan Sudaryono Sebagai Wamen, Gibran: Percepat Proses Transisi

Gibran menanggapi soal dua orang dekat presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang dilantik sebagai wakil menteri pada Kamis, 18 Juli 2024.


Amien Rais soal Sikap Partai Ummat ke Pemerintahan Prabowo-Gibran: Tunggu Aspirasi Kader

1 hari lalu

Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais. Tempo/Pribadi Wicaksono
Amien Rais soal Sikap Partai Ummat ke Pemerintahan Prabowo-Gibran: Tunggu Aspirasi Kader

Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menyatakan partainya belum akan menentukan sikap terhadap pemerintahan Prabowo - Gibran


Transisi Pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo Munculkan Matahari Kembar

1 hari lalu

Pelantikan dua orang dekat Prabowo di kabinet Jokowi dinilai sebagai proses transisi yang terlalu dini.
Transisi Pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo Munculkan Matahari Kembar

Transisi rezim Jokowi ke Prabowo melalui masuknya Thomas Djiwandono dan Sudaryono terlalu dini. Ditengarai bakal muncul matahari kembar.


Gerindra Dukung Mantan Aspri Prabowo Maju Pilkada Kota Bandung

1 hari lalu

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, ketika ditemui di Kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara No. 4, Jakarta Selatan, Kamis, 25 April 2024. TEMPO/Defara
Gerindra Dukung Mantan Aspri Prabowo Maju Pilkada Kota Bandung

Gerindra secara resmi menyerahkan surat rekomendasi kepada mantan asisten pribadi Prabowo Subianto, Ridwan Dhani Wirianata di Pilkada Kota Bandung


Aktor dan Relawan Prabowo Fauzi Baadilla Jadi Komisaris PT Pos, Ini Profilnya

1 hari lalu

Fauzi Badilla.  ANTARA/Reno Esnir
Aktor dan Relawan Prabowo Fauzi Baadilla Jadi Komisaris PT Pos, Ini Profilnya

Aktor yang juga relawan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, Fauzi Baadilla, diangkat oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai komisaris PT Pos


Terkini: Satgas Impor Ilegal Mulai Bekerja Selasa Pekan Depan, BI-Bank of Korea Kerja Sama QRIS Segera Bisa Dipakai di Korsel

1 hari lalu

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menunjukkan produk keramik dan tableware ilegal saat Ekspose Barang Hasil Pengawasan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 20 Juni 2024. Kemendag akan memusnahkan sebanyak 4.565.598 biji produk keramik dan tableware senilai Rp79.897.965.000 asal Cina karena tidak memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) dan Nomor Pendaftaran Barang (NPB) SNI. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi
Terkini: Satgas Impor Ilegal Mulai Bekerja Selasa Pekan Depan, BI-Bank of Korea Kerja Sama QRIS Segera Bisa Dipakai di Korsel

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menyebut satuan tugas (satgas) pengawasan impor ilegal akan mulai bekerja paling cepat Selasa, 23 Juli