Menteri Agama: Kartu Nikah Tidak Hapus Buku Nikah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (tengah) menghadiri Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V Tahun 2018 di Muarojambi, Jambi, Kamis, 25 Oktober 2018. PPSN digelar di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Musa Sungaigelam. ANTARA/Wahdi Septiawan

    Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (tengah) menghadiri Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V Tahun 2018 di Muarojambi, Jambi, Kamis, 25 Oktober 2018. PPSN digelar di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Musa Sungaigelam. ANTARA/Wahdi Septiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kartu nikah yang baru diluncurkan tidak akan menghapus buku nikah. "Bukan pengganti buku nikah," kata Lukman di Jakarta, Senin, 12 November 2018.

    Baca: Simak Kecanggihan Kartu Nikah Kemenag, Terintegrasi dengan e-KTP

    Sebelumnya, beredar kabar bahwa Kementerian Agama akan mengganti buku nikah dengan kartu nikah yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Website atau Simkah.

    Lukman mengatakan keberadaan kartu nikah merupakan inovasi untuk pencatatan kependudukan sipil, terutama dari unsur riwayat pernikahan.

    "Simkah ini pencatatannya terintegrasi dengan nama pemilik Simkah. Nantinya Simkah ini akan terpadu dengan Kependudukan dan Catatan Sipil. Setiap data warga negara terintegrasi dengan baik," kata Lukman.

    Kartu nikah tersebut, kata Lukman, akan memudahkan pengenalan identitas riwayat pernikahan dengan segera. "Ada foto dan barcode di kartu. Di AppStore bisa kita pindai data warga siapa dia, NIK, kapan nikah dan sebagainya," kata Lukman.

    Simak juga: Kemenag Akan Luncurkan Kartu Nikah dengan Kode QR

    Kartu nikah itu sendiri sudah diluncurkan pada tengah pekan lalu. Untuk penerbitannya akan dilakukan akhir November 2018. Untuk tahap pertama, Lukman mengatakan Kementerian Agama akan membagikan satu juta kartu nikah untuk 500 ribu pasangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.