Cerita JK Pamer ke Raja Arab Saudi Jumlah Masjid di Indonesia

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla disambut utusan Raja Salman, dalam acara jamuan makan malam, di hotel Raffles, Jakarta, 3 Maret 2017. Pertemuan Kalla dengan Raja Salman tertutup bagi media. KIP Setwapres/Yohanes Liniandus

    Wapres Jusuf Kalla disambut utusan Raja Salman, dalam acara jamuan makan malam, di hotel Raffles, Jakarta, 3 Maret 2017. Pertemuan Kalla dengan Raja Salman tertutup bagi media. KIP Setwapres/Yohanes Liniandus

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menceritakan tentang Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud yang terkejut dengan jumlah masjid saat berkunjung ke Imdonesia.

    Baca: Banyak Perempuan Berhijab, Jusuf Kalla: Keimanan Jauh Lebih Baik

    JK mengatakan, saat bertemu secara resmi dengan Raja Salman, ia menyampaikan bahwa dirinya bangga Raja Salman menjadi penjaga dua kota suci sekaligus masjid di Makkah dan Madinah.

    JK juga menyampaikan kepada Raja Salman bahwa ia merupakan Ketua Dewan Masjid Indonesia. "Oh dia gembira. Dan masjid di Indonesia 800 ribu, terkejut dia," kata JK mengenang pertemuan dengan Raja Salman, Maret lalu, dalam workshop nasional Asosiasi Masjid Kampus Indonesia di Kementerian Ristek Dikti, Jakarta, Sabtu, 10 November 2018.

    JK mengatakan, Raja Salman seakan masih belum percaya dan bertanya kembali kepada penerjemah dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia mengenai jumlah masjid di Indonesia. "Dia pun tanya dubesnya dalam bahasa Arab, berapa jumlah masjidnya? 'Iya seperti yang dikatakan Pak Wapres itu 800 ribu'.  Baru dia agak sedikit merendah," katanya mengenang kejadian itu.

    Menurut JK, satu hari sebelum bertemu Raja Salman, ia memang sempat memikirkan cara untuk mengalahkan dan membuatnya takjub. Sebab, kata JK, Raja Salman memiliki segalanya. Ia pun terpikirkan untuk menyebut jumlah masjid di Indonesia yang cukup banyak. "Dan dia terheran-heran," kata JK.

    JK menuturkan, ada berbagai faktor yang membuat jumlah masjid dan musala di Indonesia menjadi cukup banyak dan ada di mana-mana. Selain karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, juga dipengaruhi pola waktu kerja, yaitu 5 hari kerja termasuk Jumat. Ia mengatakan, saat hari kerja diterapkan 6 hari, masjid tidak sebanyak sekarang. Sebab, para pegawai hanya bekerja sampai pukul 11 siang di hari Jumat.

    "Tapi karena kerja sampai jam 4, maka semua kantor, semua sekolah, semua kampus, itu semuanya mempunyai masjid. Dan masjid pun sudah menjadi syarat," kata dia.

    Simak: Masjid Malaysia Selalu Doakan Raja, JK: di Kita Kritik Presiden

    Bahkan, tempat perbelanjaan tidak akan ramai didatangi pengunjung jika tidak menyediakan musala atau masjid. Sehingga, kata JK, jumlah masjid saat ini hampir mencapai 1 juta. "Artinya tiap 200 orang ada satu masjid atau musala. Itu suatu jumlah yang luar biasa. Karena itu masjid rata-rata jaraknya tidak lebih dari 500 meter daripada satu sama lainnya karena begitu banyaknya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.