Minggu, 18 November 2018

Temuan KNKT Setelah Berhasil Unduh Data FDR Lion Air JT 610

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kotak hitam atau black box pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 berada dalam kotak penyimpanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Kotak hitam ini akan dibawa ke laboratorium KNKT untuk diinvestisigasi lebih lanjut. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Kotak hitam atau black box pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 berada dalam kotak penyimpanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Kotak hitam ini akan dibawa ke laboratorium KNKT untuk diinvestisigasi lebih lanjut. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh data flight data recorder (FDR) yang berasal dari kotak hitam pesawat Lion Air JT 610 berjenis Boeing 737 Max8. Data berhasil diunduh tengah malam tadi dan diambil isinya pada Ahad siang tadi.

    Baca juga: Ini Identitas Empat Korban Lion Air yang Sudah Teridentifikasi

    Kepala Sub Komite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan FDR merekam data penerbangan selama 69 jam yang berakhir pada 29 Oktober 2018 pukul 06.31.54 WIB. Totalnya terdapat 19 penerbangan Lion Air yang terekam. "Termasuk penerbangan yang mengalami kecelakaan," kata dia di Kantor KNKT, Jakarta, Ahad, 4 November 2018.

    Dari data tersebut, KNKT juga dapat mengetahui arah terbang pesawat. Nurcahyo menuturkan pesawat nampak bergerak dari tempat parkir menuju landasan 25 Bandara Soekarno-Hatta untuk lepas landas. Pesawat kemudian belok kiri lalu melaju ke arah tenggara. Titik terbang pesawat berakhir di perairan Tanjung Karawang.

    Nurcahyo menuturkan, ada 1.800 parameter penerbangan yang terekam dalam FDR pesawat Lion Air JT 610 itu. KNKT akan memilah lagi parameter yang ada untuk dianalisa.

    Baca juga: Tim SAR Gabungan Sudah Deteksi Lokasi Badan Pesawat Lion Air

    Dia menuturkan, analisa baru akan dimulai besok pagi. KNKT masih menunggu berbagai data dari lapangan untuk diinvestigasi.

    Pengunduhan data FDR dilakukan KNKT dengan bantuan dua investigator dari Australian Transport Safety Bureau (ATSB). Mereka datang sejak Sabtu sore, 3 November pukul 18.00 WIB. Nurcahyo menuturkan, investigator dari Australia datang tanpa diminta Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.