Jumat, 14 Desember 2018

Ini Identitas Empat Korban Lion Air yang Sudah Teridentifikasi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas DVI Polri membawa kantong jenazah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT Lion Air 610 ke ruang instalasi untuk diidentifikasi di RS Polri R Said Soekanto Jakarta Timur, Selasa 30 Oktober 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Petugas DVI Polri membawa kantong jenazah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT Lion Air 610 ke ruang instalasi untuk diidentifikasi di RS Polri R Said Soekanto Jakarta Timur, Selasa 30 Oktober 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification atau DVI Rumah Sakit Polri R. Said Soekanto hingga hari ini berhasil mengidentifikasi empat jenazah korban pesawat Lion Air JT 610. Kemarin, Jumat, 2 November 2018, DVI telah mengidentifikasi tiga jenazah.

    "Hasil dari identifikasi rekonsiliasi pada hari ini, kami berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban," kata Kepala RS Polri Komisaris Besar Musyafak, Jumat.

    Baca: Jokowi ke Posko Lion Air, Puji Anggota Tim yang Kerja Siang Malam

    Berikut ini empat jenazah yang telah berhasil teridentifikasi.
    - Candra Kirana, 29 tahun, laki-laki, dengan identifikasi pada bagian tubuh dari postmortem data sekunder berupa properti sepatu Reebok warna putih yang masih melekat di bagian kaki kanannya.
    - Moni, 41 tahun, perempuan, dengan identifikasi dari postmortem dan antemortem data sekunder, bagian tubuh yang mempunyai tato di punggung kanan korban berbentuk bunga.
    - Haizkia Jorry Saroinsong, 23 tahun, laki-laki, melalui identifikasi data primer berupa sidik jari di bagian jempol, telunjuk, dan kelingking bagian lengan kanannya.
    - Jannatun Cintya Dewi, 24 tahun, perempuan, melalui identifikasi data sekunder antemortem berupa sidik jari, foto selfie, foto e-KTP, dan foto ijazah.

    Baca: Tiga Korban Lion Air JT 610 Teridentifikasi dari Sepatu dan Tato

    Hingga Jumat malam, tim DVI RS Polri telah menerima 67 kantong jenazah. Tim pun akan mengidentifikasi antemortem dan postmortem. Mereka akan menyandingkan dengan data-data yang telah diberikan keluarga korban.

    Pesawat Lion Air JT 610 dengan register PK-LQP itu diduga jatuh di perairan Karawang pada Senin, 29 Oktober lalu. Pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang itu hilang kontak setelah 12 menit lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta pada pukul 06.20. Pesawat tersebut mengangkut 189 penumpang, termasuk awak kabin.

    Baca: Kandungan Garam Laut di Tubuh Korban Lion Air Persulit Tes DNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.