Pesawat Jatuh di Lahan Sawit Kalbar Saat Sedang Menyiram Pupuk

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pesawat jenis Trush yang digunakan untuk pertanian. (youtube.com)

    Ilustrasi pesawat jenis Trush yang digunakan untuk pertanian. (youtube.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Insiden pesawat jatuh kembali terjadi. Kali ini pesawat jenis Thrush dengan nomor registrasi PK-ELB milik PT Elang Nusantara Air jatuh, Sabtu, 3 November 2018 sekitar pukul 11.00 WIB. Pesawat tersebut jatuh saat tengah memupuk kebun kelapa sawit milik PT Sinarmas Group di jalan Kebun Menrut Blok G, H 47, Cendana Estate, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

    Baca juga: Investigasi Pesawat Jatuh, Kemenhub Temui Para Ahli Boeing

    "Pilot bernama Martin Derren Scott, warga negara Australia kelahiran 25 Oktober 1968. Pilot dalam keadaan baik-baik saja. Pesawat mengalami patah sayap, patah roda, dan tidak ada ledakan," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Kombes Pol Nanang Purnomo dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 3 November 2018.

    Nanang mengatakan, sebelum jatuh pesawat tersebut telah mengangkut dan menaburkan pupuk di kebun kelapa sawit milik PT Kencana Graha Permai Cendana Estate sejak pukul 07.00 WIB. Menurut dia, pesawat telah bolak-balik dari landasan ke kebun Cendana Estate sekitar lima puluh kali.

    Baca juga: Serpihan Pesawat Lion Air Jatuh di Perairan Tanjung Karawang

    Pada pukul 11.00, kata Nanang, Manajer Cendana Estate bernama Imam mendapatkan informasi bahwa pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan mendarat darurat di jalan Kebun Blok G, H 47, Cendana Estate. Kemudian Kepolisian langsung mendatangi TKP dan menutup jalan tersebut. "Pesawat juga ditutup terpal supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," ujar Nanang.

    Berdasarkan keterangan saksi mata yang ada di lokasi kejadian, Jumadi, seorang operator traktor Cendana Estate, pesawat terbang rendah. Kemudian pesawat tiba-tiba turun dan menghantam jalan sekitar pukul 11.00 WIB. Jumadi, kata Nanang, melihat pilot keluar dari pesawat dan mengatakan bahasa asing yang tak dimengerti. "Seakan pilot minta dipanggilkan kru bandara Cendana Estate, pilot juga menunggu di pesawat sampai kru bandara datang ke lokasi," tutur Nanang.

    Pihak perusahaan hingga saat ini belum mengetahui penyebab jatuhnya pesawat itu. Nanang juga mengatakan pihak perusahaan telah melaporkan kecelakaan tersebut kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Pihak KNKT akan datang ke TKP, Minggu 4 November 2018," ucap Nanang.

    Baca juga: Seorang Penyelam Meninggal Saat Pencarian Pesawat Lion Air JT 610

    Simak kabar terbaru seputar pesawat jatuh hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.