Lion Air JT 610 Merupakan Pesawat Favorit Pekerja di Bangka

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Identitas lima jaksa dan pegawai Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung yang menjadi penumpang pesawat Lion Air JT-610 telah ditemukan oleh Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS). Foto/Kejaksaan Agung

    Identitas lima jaksa dan pegawai Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung yang menjadi penumpang pesawat Lion Air JT-610 telah ditemukan oleh Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS). Foto/Kejaksaan Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat ternyata merupakan pesawat favorit para komuter dari Jakarta ke Bangka.

    Baca juga: Bupati Karawang Kerahkan Seratus Nelayan Evakuasi Lion Air JT 610

    Sebabnya, pesawat Lion Air JT 610 ini adalah pesawat paling pagi dari Bandar Udara Soekarno-Hatta Cengkareng ke Bangka. Karena itu ia jadi langganan pekerja asal Jakarta dan sekitarnya yang berdinas di Bangka.

    Apalagi hari Senin, di hari pertama awal pekan. Lion Air JT 610 setiap pagi terbang dari Bandara Soekarno Hatta - Cengkareng, pada pukul 06.20, dan tiba di Bandara Depati Amir - Pangkalpinang pada pukul 07.20.

    Jadwal terbang tersebut, menjadi sebab di balik banyaknya kalangan pekerja kantoran yang menjadi korban. Karena, dari bandara, para pekerja bisa langsung menuju kantor, masuk kerja.

    Kepala Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Ajun Komisaris Besar Abdul Mun'im mengakui hal tersebut. Ia adalah salah satu yang rutin menggunakan pesawat Lion Air JT 610 itu setelah berlibur di rumahnya di Bandung.

    "Rumah saya di Bandung. Selepas pulang ke rumah di akhir pekan, hari Seninnya ikut pesawat Lion Air ini ke Bangka. Dari bandara langsung ke kantor," ujar Abdul kepada wartawan, Senin, 29 Oktober 2018.

    Abdul mengatakan akhir pekan lalu, ia tak pulang ke rumahnya karena masih ada agenda kerja. "Saya sudah sempat pulang pada hari Kamis lalu seusai agenda kerja," kata dia.

    Abdul kembali ke Bangka pada Jumat karena ada aksi Bela Tauhid hari itu.

    Menurut Abdul beberapa penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh tersebut dikenalnya karena sering bertemu dan ngobrol sebagai teman sepenerbangan.

    "Tingkat keterisian penumpang pesawat ini terbilang tinggi ketika kami berangkat. Selalu penuh kursi penumpangnya," ujar dia.

    Sony Setiawan, warga Bangka lainnya juga mengaku rutin menggunakan Lion Air JT 610 ini. Hari ini dia sebetulnya juga sudah memesan tiket pesawat tersebut dari Jakarta. Namun batal naik pesawat itu karena ketinggalan.

    Baca juga: Lion Air JT 610 Hilang, Basarnas Buka Posko untuk Keluarga Korban

    Sony mengatakan ia merupakan pegawai di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Babel dan bertempat tinggal di Bandung.

    "Kendaraan yang saya tumpangi terjebak macet di tol Cikampek dalam perjalanannya menuju Bandara Soekarno Hatta. Saya juga rutin naik pesawat ini. Tiba pagi dan langsung ke kantor," ujar dia.

    Dalam daftar pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh itu memang banyak pegawai lembaga negara yang menjadi penumpangnya. Hingga kini proses pencarian masih dilakukan. Presiden Jokowi meminta proses pencarian Lion Air JT 610 dilakukan selama 24 jam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.