Ketua MPR Dukung Kolaborasi Lintas Agama Lestarikan Hutan Tropis Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan (Zulhasan) dalam acara Peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Perlindungan Hutan Tropis Di Indonesia, di Peace Park, Kompleks Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta,  Jumat, 26 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan (Zulhasan) dalam acara Peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Perlindungan Hutan Tropis Di Indonesia, di Peace Park, Kompleks Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan (Zulhasan) mengungkapkan bahwa hutan tropis di Indonesia adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga kelestariannya.  Beragam flora dan fauna bahkan yang hampir punah ada di hutan-hutan Indonesia.  Selain berperan sebagai penyeimbang  alam dan ekosistem nasional, hutan Indonesia juga berperan sebagai ‘paru-paru’ dunia.

    “Tentu saja kami MPR RI dan kita semua elemen bangsa Indonesia mendukung pelestarian hutan serta perlindungan hutan sebab perannya yang sangat luar biasa tersebut.  Dan kami MPR memberikan apresiasi tinggi dan mendukung penuh upaya-upaya elemen masyarakat dalam pelestarian dan perlindungan hutan tropis Indonesia,” katanya, dalam acara Peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Perlindungan Hutan Tropis Di Indonesia, di Peace Park, Kompleks Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018.

    Peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Perlindungan Hutan Tropis di Indonesia adalah acara pembacaan deklarasi bersama ‘Kolaborasi Lintas Agama Mendukung Pelestarian Hutan Tropis Indonesia’ dan acara penanaman secara simbolik bibit-bibit pohon khas Indonesia di area Peace Park.

    “Bersatunya berbagai macam agama di Indonesia dalam satu misi pelestarian hutan Indonesia adalah potret implementasi Pancasila dan kebhinnekaan Indonesia yang melupakan perbedaan demi satu tujuan yang mulia,” ujarnya.

    Berbicara soal menjaga persatuan bangsa,  Zulhasan menegaskan bahwa itu adalah tugas dan peran semua anak bangsa. MPR sendiri salah satu tugasnya sesuai UU adalah mensosialisasikan pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, saling menghormati dan menghargai.  Sebab, hal-hal tersebut adalah kesepakatan para pendiri bangsa yang digunakan sebagai landasan kokoh Indonesia merdeka.

    “Kami juga memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang harus kita jaga terus. Jangan sampai Indonesia yang terdiri dari keberagaman yang luar biasa sampai terkoyak-koyak.  Para pendiri bangsa sudah meletakkan dasar untuk melupakan perbedaan dan hanya fokus kepada cita-cita bersama yakni Indonesia sejahtera. Itu tugas kami dan akan kami jaga terus,” tuturnya.

    Namun, diungkapkan Zulhasan, banyak sekali potensi gangguan terhadap persatuan Indonesia yang susah payah dibangun para pendiri bangsa antara lain panasnya suasana tahun politik saat ini dan tahun 2019 karena berbeda pilihan.

    “Makanya, untuk menjaga agar kegaduhan tahun politik bisa mereda bahkan hilang, MPR dengan berbagai berupaya dengan sungguh-sungguh menjaga persatuan bangsa, salah satunya dengan mengkampanyekan ‘Friendly Competition’.  Pilihan boleh berbeda tapi semua tetap saudara.  Tahun politik kita menjalankan demokrasi untuk kesejahteraan bersama bukan untuk berperang satu sama lain,” katanya.

    Peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Perlindungan Hutan Tropis Di Indonesia sendiri adalah kerja bareng MPR RI, Kementerian Lingkungan Hidup RI, Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) dan Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi (Siaga Bumi).

    Selain dihadiri Ketua MPR RI, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid; Wakil Ketua DPD RI Akhmad Muqowam; Tokoh Muhammadiyah dan Ketua Inter-Religious Council (IRC) Indonesia Din Syamsuddin; perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI); Nahdlatul Ulama; Muhammadiyah; Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI); Konferensi Waligereja Indonesia (KWI); Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI); Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi); Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin); Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman); serta para mahasiswa dan masyarakat umum lintas agama se- Jabodetabek, juga perwakilan negara sahabat.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.