Kepada JK, Wapres Panama Tawarkan Tingkatkan Kerja Sama Bilateral

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba saat menghadiri pembukaan KTT  Asia-Europe Meeting (ASEM) Ke-12 di Brussels, Belgia, 18 Oktober 2018. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba saat menghadiri pembukaan KTT Asia-Europe Meeting (ASEM) Ke-12 di Brussels, Belgia, 18 Oktober 2018. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menerima kunjungan Wakil Presiden Panama Isabel De Saint Malo De Alvarado di kantornya, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018. Ini merupakan kunjungan pertama sejak hubungan diplomatik kedua negara dibuka pada 1979.

    Baca: JK: Bukan Hanya Mentan, Saya Juga Salah Soal Data Beras!

    JK mengatakan, mereka membahas upaya peningkatan hubungan bilateral dalam pertemuan. "Kami berbicara bagaimana meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Panama, hubungan perdagangan keduanya," kata JK usai pertemuan. Menurut dia, Panama menawarkan peluang diri menjadi hub perdagangan bagi Indonesia.

    Isabel mengatakan, Panama bisa menghubungkan Indonesia dengan negara Amerika Latin, Amerika Utara, dan Karibia. Panama optimistis mampu membantu perluasan perdagangan Indonesia ke negara tersebut.

    "Ada banyak potensi di sana dengan kanal kami, dengan pelabuhan dan bandara kami. Saya yakin kami mampu melanjutkan penguatan hubungan yang penting ini," kata Isabel.

    Simak juga: JK: Penyaluran Dana Kelurahan Butuh Peraturan Pemerintah

    Perdagangan antara Indonesia dan Panama pada semester pertama 2018 tercatat mencapai Rp 131 juta. Volume perdagangannya terus tumbuh rata-rata 31,2 persen per tahunnya. Menurut Isabel seusai pertemuan dengan JK, kerjasama Indonesia dan Panama tak hanya meningkatkan hubungan kedua negara. Hubungan kedua wilayah yaitu Asia Tenggara dan Amerika bisa meningkat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.