Di Hadapan Santri, Jokowi Berjanji Tingkatkan BLK di Pesantren

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan orasi di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Sumatra Utara, Senin, 8 Oktober 2018. Orasi Presiden yang dihadiri ribuan mahasiswa dan <i>civitas academica</i> tersebut dalam rangka Dies Natalis Ke-66 USU. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

    Presiden Joko Widodo menyampaikan orasi di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Sumatra Utara, Senin, 8 Oktober 2018. Orasi Presiden yang dihadiri ribuan mahasiswa dan civitas academica tersebut dalam rangka Dies Natalis Ke-66 USU. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Solo - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berjanji akan meningkatkan jumlah Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di pesantren. Dia berharap program itu mampu meningkatkan keahlian para santri.

    Baca: Hari Ini, Ma'ruf Amin ke Kampus dan Pesantren di Jawa Timur

    Jokowi menyampaikan itu saat memberikan sambutan dalam apel akbar Santri Nusantara di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu, malam, 20 Oktober 2018. Acara itu dihadiri ribuan santri dari berbagai daerah.

    "Tahun ini telah dimulai beberapa program masuk pesantren," kata Jokowi. Namun, jumlah pesantren yang menerima program tersebut masih belum banyak. Karena itu, Jokowi ingin jumlah pesantren yang menerima program peningkatan perekonomian dan sumber daya manusia menjadi berlipat ganda.

    Jokowi merinci, saat ini baru 33 pesantren yang telah menerima program bank wakaf nikro dan 50 pesantren yang memiliki balai latihan kerja. "Memang baru sedikit, tapi akan diperbanyak," katanya.

    Baca: Timses Jokowi Jamin Ma'ruf Amin Tak Akan Berkampanye di Pesantren

    Ia pun berharap, tahun depan balai latihan kerja bisa ditingkatkan hingga di 1.000 pesantren. "Tahun depannya lagi dilipatgandakan," katanya. Alasannya, di Indonesia terdapat 28 ribu pesantren yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

    Jokowi pun berjanji akan mengawal dan mengevaluasi program tersebut sehingga bisa memberikan hasil yang maksimal. "Saya setiap pekan masuk ke pesantren," katanya.

    Untuk memastikan program tersebut berjalan efektif, Jokowi akan melakukan pemantauan rutin. "Ini tidak mudah, perlu pemikiran," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.