Wiranto Gelar Rapat Pengembangan Jet Tempur dan Pesawat Sukhoi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto (kiri) berbincang dengan Kepala BIN Budi Gunawan sebelum mengikuti rapat terbatas mengenai persiapan pelaksanaan Asian Para Games di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 September 2018. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto (kiri) berbincang dengan Kepala BIN Budi Gunawan sebelum mengikuti rapat terbatas mengenai persiapan pelaksanaan Asian Para Games di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 September 2018. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memimpin rapat koordinasi khusus tingkat menteri di kantornya, Jumat, 19 Oktober 2018.

    Baca: Kata Wiranto Soal Kabar Penolakan Relawan Asing di Palu

    "Hari ini kiami membahas satu hal yang sudah kami jadwalkan. Yang pertama akan membahas mengenai kelanjutan kerja sama dengan Korea Selatan mengenai pengembangan jet tempur. Kedua membahas tindak lanjut pengadaan pesawat Sukhoi SU-35," kata Wiranto saat membuka rapat tersebut.

    Rapat dimulai sekitar pukul 09.45 dan berlangsung tertutup. Sejumlah pejabat yang turut hadir dalam rapat, di antaranya Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, jajaran Kementerian Perdagangan, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong.

    Indonesia melakukan kerja sama dengan Korea Selatan dalam mengembangkan jet tempur KFX/IFX, pesawat semi-siluman generasi 4.5. Kerja sama pengembangan pesawat ini sebatas pada pengembangan pesawat hingga mencapai prototipe. Dari enam prototipe yang akan dihasilkan, satu prototipe akan diserahkan kepada Indonesia.

    Baca: MER-C Menyayangkan Komando Penanganan Gempa Palu Dipegang Wiranto

    Kesepakatan kerja sama startegis (strategic cooperation agreement) program ini dilakukan pada 4 Desember 2015. Sedangkan kesepakatan cost sharing dan kesepakatan penugasan kerja (work assignment agreement) dilakukan pada Januari 2016.

    Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia menanggung biaya program pengembangan sebesar 20 persen, sementara Korea Selatan 80 persen. Dalam 10 tahun pengembangan yang akan dilakukan hingga 2026, total biaya yang ditanggung Indonesia mencapai Rp 21,6 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.