APP dan Martha Tilaar Berdayakan Perempuan Pinggiran Hutan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Kiri ke kanan) Plt. Deputi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Ghafur Akbar Dharma Putra dan Presiden Indonesia Global Compact Network Y.W. Junardy.

    (Kiri ke kanan) Plt. Deputi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Ghafur Akbar Dharma Putra dan Presiden Indonesia Global Compact Network Y.W. Junardy.

    INFO NASIONAL - Ada yang menarik di sela-sela acara UN General Assembly 2018 di markas besar PBB New York Amerika Serikat, bulan lalu. Dua perusahaan besar Indonesia yakni Martha Tilaar Group dan Asia Pulp& Paper (APP) menandatangani kerjasama untuk melatih dan memberdayakan seribu perempuan yang tinggal di tepi hutan. Kerjasama ini di bawah naungan UN Global Compact sebagai inisiatif yang menaungi komitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip usaha berkelanjutan (sustainability)

    “Kemitraan melalui program pemberdayaan perempuan adalah salah satu area fokus kami bersama dengan bisnis dan hak asasi manusia, air, hingga hak anak dalam bisnis. Kami berharap kemitraan antara Martha Tilaar Group dan APP ini dapat menginspirasi organisasi lain untuk bekerja sama demi pencapaian SDG (sustainability development goal),” kata Presiden Global Compact Network Indonesia Y.W. Junardy

    Martha Tilaar Group memiliki pengalaman cukup panjang dalam melakukan pemberdayaan perempuan dengan mengajarkan lebih dari enam ribu perempuan untuk memperoleh keahlian, mencegah menjadi korban perdagangan manusia sehingga banyak perempuan dapat berubah hidupnya melalui pengadaan pekerjaan dan usaha.

    Tak heran bila Martha Tilaar terpilih oleh UN Global Compact sebagai SDG Pioneer 2018 dalam pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan komunitas atas usahanya memberdayakan kaum perempuan di Indonesia. Penghargaan yang diberikan di markas PBB New York itu telah sejak lama masuk ke pasar internasional melalui produk dan menciptakan lahan hijau khusus tanaman obat, kosmetik, dan aromatic. Lewat Kampoeng Djamoe Organik, kelestarian alam terjaga dan memberi mata pencaharian alternatif yang berkelanjutan kepada perempuan.

    Sementara, Asia Pulp & Paper (APP) sebagai produsen kertas terbesar nomor enam di dunia telah menerapkan program Desa Makmur Peduli Api sejak dua tahun lalu. “Kami percaya kebutuhan ekonomi masyarakat terpenuhi bila mereka memiliki edukasi yang cukup sehingga kelestarian hutan di sekitar dapat terlindungi,” kata Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Elim Sritaba.

    Program kolaborasi antara Martha Tilaar Group dan APP mengandalkan keahlian identifikasi, pelestarian, dan pemanfaatan tanaman herbal untuk perempuan yang tinggal di tepi hutan. Program pelatihan tersebut akan dimulai pada 2019 dan berlanjut dua tahun ke depan. Program ini ditargetkan mencakup seribu perempuan yang meliputi Kelompok Wanita Tani di lima wilayah provinsi di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

    “Kemitraan ini dapat mempercepat pencapaian SDG di bidang penghapusan kemiskinan, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, dan aksi melawan perubahan iklim,” ungkap Martha Tilaar. “Kerjasama ini akan memperluas program pemberdayaan dan menjangkau komunitas dan lapisan masyarakat yang sebelumnya tidak dapat terakses. Kerjasama Martha Tilaar Group (MTG) dan  APP juga merupakan penyatuan harmonis dan alami karena program ini seiring dengan visi APP untuk masyarakat tepi hutan yang mencari mata pencaharian alternatif,” ujarnya menambahkan.

    Di tangan mak comblang  Global Compact Network Indonesia, APP maupun MTG yang punya sejarah panjang dalam inisiatif keberlanjutan perusahaan dapat berkolaborasi dengan selaras. Sumber daya dan keahlian kedua perusahaan ini dapat berkolaborasi sehingga memberi manfaat kepada lebih banyak kaum perempuan terutama yang tinggal  di tepi hutan.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.