Lima Poin Hasil Rapat Kabinet Jokowi tentang Penanganan Bencana

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juliana Lasarudin (48) berdiri di samping mobil dan di depan rumahnya yang hancur setelah dihantam gempa bumi, di Balaroa di Palu, Sulawesi Tengah, 9 Oktober 2018. REUTERS/Jorge Silva

    Juliana Lasarudin (48) berdiri di samping mobil dan di depan rumahnya yang hancur setelah dihantam gempa bumi, di Balaroa di Palu, Sulawesi Tengah, 9 Oktober 2018. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Jakarta - Evaluasi penanganan bencana alam dalam rapat Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan para menteri dan kepala lembaga ke Istana Negara, Jakarta, kemarin, 16 Oktober 2018 menyoroti penanganan bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan di Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah. Berikut sejumlah poin yang dibahas dalam rapat:

    1. Edukasi kebencanaan

    Jokowi meminta seluruh menteri dan kepala lembaga memperhatikan sistem peringatan dini dan memberikan pendidikan kebencanaan kepada masyarakat. Menurut Presiden, edukasi dan manajemen tentang kebencanaan perlu diperhatikan terutama di daerah rawan bencana. "Yang petanya sudah kita tahu semua ada di mana," kata Jokowi.

    Baca: Jokowi Akan Tagih Laporan Pencairan Dana untuk Korban Bencana

    1. Percepatan pencairan dana bantuan rumah untuk korban gempa Lombok

    Jokowi meminta agar uang bantuan dari pemerintah segera diberikan kepada masyarakat. Terlebih, kata dia, pemerintah telah menyederhanakan proses pencairan uang bantuan ini dari 17 prosedur menjadi 1 prosedur saja. "Jangan sampai uangnya sudah diberikan tapi tidak bisa dicairkan.” Akuntabilitas penyerahan bantuan itu harus betul-betul bisa dipertanggungjawabkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.