Pemerintah Segera Bangun 1.200 Barak untuk Korban Gempa Palu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak korban gempa dan tsunami Palu belajar mengaji di lokasi pengungsian Vatulemo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 10 Oktober 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    Sejumlah anak korban gempa dan tsunami Palu belajar mengaji di lokasi pengungsian Vatulemo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 10 Oktober 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah segera membangun 1.200 hunian sementara (huntara) untuk menampung korban gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Jenis huntara ini, kata dia, berupa barak.

    Baca: Korban Gempa Palu: Fasilitas Posko Balikpapan Bak Bintang Lima

    "Huntara akan kami siapkan, bentuknya barak. Jadi di satu barak itu barangkali ada 12 kepala keluarga," katanya di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018.

    Politikus Partai Golkar ini menuturkan pemerintah sudah siap membangun 1.200 barak. Material dan lokasi pembangunan sudah tersedia.

    Agus menyadari jumlah barak yang bakal dibangun ini masih belum cukup untuk menampung seluruh korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Pemerintah, kata dia, akan terus menambahnya.

    Baca: Tenda Pengungsi Gempa Palu dan Pengasapan Mulai Sebelum Penghujan

    "Satu barak ini kan bisa 12 KK. Satu KK rata-rata empat orang, dikalikan saja. Jadi masih sedikit kurang tapi saya kira enggak akan masalah, ada penambahan," ucapnya.

    Menurut Agus, penanganan bagi pengungsi di Sulawesi Tengah ini memang berbeda dibandingkan korban gempa bumi di Lombok yang dapat bantuan berupa hunian tetap. Pembangunan huntara di Sulawesi Tengah diperlukan lantaran banyak rumah-rumah warga yang terkubur dan ambruk akibat gempa yang disertai likuifaksi.

    Pemerintah, kata dia, akan mencari daerah baru terlebih dahulu untuk merelokasi warga sebelum mendirikan hunian tetap. "Kan enggak mungkin buat kesalahan yang sama, bangun rumah, bangun komunitas, yang di bawahnya rentan bencana," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.