KPK Periksa Dirjen Pemasyarakatan Terkait Suap Lapas Sukamiskin

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami (tengah) bersama jajarannya menunjukkan barang-barang sitaan hasil sidak di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 22 Juli 2018. Kementerian Hukum dan HAM serentak melakukan sidak barang-barang mewah atau elektronik yang dimiliki warga binaan lapas dan rutan di seluruh Indonesia. ANTARA

    Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami (tengah) bersama jajarannya menunjukkan barang-barang sitaan hasil sidak di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 22 Juli 2018. Kementerian Hukum dan HAM serentak melakukan sidak barang-barang mewah atau elektronik yang dimiliki warga binaan lapas dan rutan di seluruh Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami dalam kasus dugaan suap Kepala Lembaga Pemasyarakatan atau LapasSukamiskin. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fahmi Darmawansyah hari ini.

    Baca juga: Izin Berobat, Napi Koruptor Lapas Sukamiskin Pelesiran

    "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FD," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa, 16 Oktober 2018.

    Selain memeriksa Sri Puguh, KPK juga akan memeriksa Kalapas Sukamiskin Wahid Husein dan ajudannya Hendry Saputra serta Fahmi Darmawansyah.

    Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka yakni Wahid Husein dan stafnya Hendry Saputra sebagai penerima suap. KPK juga menetapkan terpidana kasus suap di Badan Keamanan Laut Fahmi Darmawansyah dan napi pendamping Andri Rahmat sebagai tersangka pemberi suap.

    KPK menduga Fahmi memberi satu unit mobil kepada Wahid untuk mendapatkan fasilitas penjara mewah dan izin keluar Lapas Sukamiskin. Fasilitas itu terungkap saat KPK menggeledah sel Fahmi. Berdasarkan rekaman penyidik KPK, kamar Fahmi dilengkapi penyejuk udara, televisi, lemari es, dan wastafel.

    Baca juga:  Napi Koruptor Sogok Petugas Lapas Sukamiskin Agar Bisa Pelesiran

    Dalam OTT tersebut penyidik KPK menyita barang bukti uang tunai senilai Rp 279 juta dan US$ 1.140, serta dua unit mobil, yakni satu unit Mitsubishi Triton Exceed berwarna hitam dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakar berwarna hitam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.