Terdampak Banjir Mandailing Natal, Jalan Mulai Bisa Diakses

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa warga berada di antara kayu yang terbawa arus sungai pascabanjir bandang yang terjadi, di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Sumatra Utara, Sabtu, 13 Oktober 2018. Peristiwa itu menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia dan 10 orang lainnya dinyatakan hilang. ANTARA/Holik Mandailing

    Beberapa warga berada di antara kayu yang terbawa arus sungai pascabanjir bandang yang terjadi, di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Sumatra Utara, Sabtu, 13 Oktober 2018. Peristiwa itu menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia dan 10 orang lainnya dinyatakan hilang. ANTARA/Holik Mandailing

    TEMPO.CO, Medan - Beberapa ruas jalan yang tertutup akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, sudah bisa diakses. Jalan yang sudah bisa diakses itu berada di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut.

    "Sebelas titik longsor yang menutup badan jalan telah dapat ditembus masyarakat maupun kendaraan yang melintas di lokasi itu," kata Kabid Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandaling Natal Muhammad Yasir, Ahad, 14 Oktober 2018.

    Baca: 17 Korban Banjir Bandang Mandailing Natal Berhasil Dievakuasi

    Sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk membantu evakuasi korban yang ditemukan dan membersihkan material longsor, serta kayu sisa banjir yang berserakan di jalan.

    BPBD mencatat dari 29 murid anak sekolah SD Negeri 235 yang diterjang banjir bandang, Jumat sore, 12 Oktober 2018, 12 orang meninggal dunia, dan 17 orang berhasil diselamatkan. 12 korban tewas adalah anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Mereka adalah Mutiah, 12 tahun; Aisyah, 12; Sohifah, 12; Rian Syahputra, 10; Ahidan, 10; Isnan, 10; Tiara, 10; Dahleni, 10; Masitoh, 9; Alfisyhari, 9; Habsoh, 9; dan Isroil, 9 tahun.

    Baca: Banjir Mandailing Natal, 11 Siswa SD Terseret Arus Saat Belajar

    Sedangkan, 17 korban yang luka-luka adalah Tasya Amaelia, 12 tahun; Abel, 12; Lusiana, 22; Sobbiah, 12; Sulton, 11 tahun; Jibril Saukani, 11; Solehuddin, 11; Ahaddin, 11; Raihansyah, 11; Risdah, 11; Jufriadi, 10; Mujiburrohman, 10; Annasofa, 10; Khoirunissa, 10; Putri, 9; Nabila, 9; dan Adawiyah, 9 tahun.

    Dari 17 anak yang selamat, tujuh orang di antaranya dirawat di Puskesmas Desa Muara Saladi. “Dua orang guru juga ditemukan selamat," ucap dia.

    Simak: Berikut Data 11 Siswa SD Meninggal Akibat Banjir Mandailing Natal ...

    Yasir menjelaskan korban yang selamat ditemukan di bawah reruntuhan bangunan dan sebahagian lagi terseret banjir bandang. Banjir Mandailing Natal juga mengakibatkan 12 rumah warga hanyut dan rusak total, sembilan rumah rusak berat, serta tiga fasilitas umum di Desa Muara Saladi berupa Poliklinik Desa, Gedung SD Negeri 235, dan gedung PKK rusak total hanyut terbawa banjir. "Warga korban banjir bandang itu untuk sementara waktu mengungsi di rumah sanak famili dan kerabat mereka," ujar Yasir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.