Gempa Palu, Kemendikbud Bangun 333 Sekolah Darurat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar berjalan menuju tenda darurat untuk mengikuti kegiatan belajar di halaman SMP Negeri 1 Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 10 Oktober 2018. Sebagian siswa tampak tidak mengenakan seragam sekolah lantaran pakaian mereka tertimbun reruntuhan rumah akibatan guncangan gempa. ANTARA

    Pelajar berjalan menuju tenda darurat untuk mengikuti kegiatan belajar di halaman SMP Negeri 1 Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 10 Oktober 2018. Sebagian siswa tampak tidak mengenakan seragam sekolah lantaran pakaian mereka tertimbun reruntuhan rumah akibatan guncangan gempa. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang membangun 333 unit sekolah darurat untuk mengakomodasi kegiatan belajar-mengajar bagi siswa-siswi di Palu, Donggala dan wilayah Sulawesi Tengah pascagempa Palu.

    "Kami menyiapkan 333 unit sekolah darurat berkapasitas tujuh ruang," kata Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Poppy Dewi Puspitasari di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Baca: Gempa Palu, 2.736 Bangunan Sekolah Rusak

    Poppy mengatakan UNICEF akan memberikan sekitar ratusan tenda berstandar internasional untuk membangun sekolah darurat. Saat ini, kata dia, satu tenda sudah berdiri di Patebo dan 20 unit tenda sedang dipersiapkan. "Tenda masih dalam perjalanan nanti distribusinya tentunya setelah kita melakukan pendataan," ujarnya.

    Gempa yang mengguncang Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong pada 28 September 2018 telah menyebabkan sekitar 186 ribu peserta didik di 1.724 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK terdampak. Adapun tiga daerah terparah yang terdampak adalah Kota Palu, Donggala, dan Sigi.

    Hingga saat ini, Poppy mengatakan teridentifikasi 22 guru yang meninggal dan 14 orang hilang. "Kemungkinan banyak siswa yang terseret tsunami saat mengikuti Gladi resik festival palu nomoni dan ada Bible Camp yang terhisap lumpur di Jono Oge Kabupaten Sigi," kata dia.

    Baca: Semangat Anak Korban Gempa Palu Belajar di Tenda Darurat

    Poppy mengatakan kondisi terkini bahwa siswa, guru dan pegawai dinas pendidikan masih mengungsi di gunung dan mengungsi ke luar Sulawesi Tengah. "Pendataan belum optimal karena terkendala komunikasi terutama di Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong," ujarnya.

    Kemendikbud juga melakukan sejumlah langkah darurat penanganan gempa di Sulawesi Tengah, antara lain aktivasi dan pengelolaan pos pendidikan; distribusi makanan, air mineral, susu, makanan bayi, obat-obatan, selimut, termasuk bahan bakar minyak sebanyak 17 truk dan didistribusikan kepada tenaga kependidikan. Kemudian, pendataan siswa, fasilitas pendidikan dan kebudayaan, serta pendidik dan tenaga kependidikan; serta pembentukan satuan tugas Kemendikbud yang berpusat di LPMP Sulteng.

    Berdasarkan data Kemendikbud, total jumlah peserta didik Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Palu sebanyak 256.836 orang. Namun untuk jumlah keseluruhan peserta didik yang terdampak masih dalam penghitungan.

    Sementara itu, jumlah sekolah terdampak sebanyak 422 sekolah dengan rincian, yaitu lima sekolah PAUD, 161 SD, 45 SMP, 89 SMA, 74 SMK, dan empat sekolah luar biasa. Sementara sebanyak 79 guru dan tenaga kependidikan terdampak berdasarkan data per 8 Oktober 2018.

    Baca: Kemenristekdikti Masih Mendata Kampus Rusak Akibat Gempa Palu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.