Selasa, 23 Oktober 2018

Timses Jokowi: Ucapan Sandiaga soal Harga Nasi Ayam Menyesatkan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, Ahad pagi, 7 Oktober 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, Ahad pagi, 7 Oktober 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, mengatakan pernyataan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang mengatakan nasi ayam di Singapura lebih murah daripada di Jakarta adalah pernyataan yang menyesatkan.

    Baca: Bantah SMRC, PAN Yakin Sandiaga Dongkrak Elektabilitas Prabowo

    "Kata sopir saya dengan uang Rp 12 ribu sudah bisa makan nasi ayam. Jadi apa yang disampaikan Pak Sandiaga Uno menurut saya adalah pernyataan yang menyesatkan," kata Ace di posko Cemara, Jakarta, Selasa 9 Oktober 2018.

    Ace mengatakan Sandiaga tidak berbicara sesuai dengan realitas. Menurut Ace, narasi yang disampaikan Sandi telah menyalahi fakta tentang kenyataan sesungguhnya. "Mungkin saya juga bisa tanya ke temen-temen media (harga nasi ayam), kan tidak seperti yang disampaikan Pak Sandiaga Uno," ujar Ace.

    Menurut Ace, sikap Sandi yang berbicara tanpa melihat fakta dapat menyesatkan masyarakat dan justru mempermalukan dirinya sendiri. Kondisi perekonomian Indonesia, kata Ace, tidak seperti yang dikatakan oleh Sandiaga Uno.

    Baca: Soal Sikapnya di Pilpres 2019, Gatot Nurmantyo: Di Bilik Suara

    Sebelumnya, Sandi mengatakan harga sepiring nasi ayam di Singapura lebih murah dibanding di Indonesia. Menurut Sandi, harga sepiring nasi ayam adalah 3,5 SGD (Rp 35 ribu), di Indonesia harganya sekitar 50 ribu Rupiah.

    "Jadi kalau misalnya di Singapura sepiring chicken rice itu 3,5 dolar (SGD) atau Rp 35 ribu, di sini mungkin bisa Rp 50 ribu," kata Sandi seusai bertemu milenial di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Senin 8 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.