Rabu, 24 Oktober 2018

Likuifaksi di Petobo, BNPB: 2.050 Rumah Terdampak

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi bangunan dan jalanan yang rusak akibat gempa 7,4 SR dan fenomena likuifaksi pada skala richter (SR), di kawasan Kampung Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Petobo merupakan kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Kondisi bangunan dan jalanan yang rusak akibat gempa 7,4 SR dan fenomena likuifaksi pada skala richter (SR), di kawasan Kampung Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Petobo merupakan kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 66.926 rumah rusak akibat gempa dan tsunami Palu. Jumlah kerusakan terbanyak ditemukan salah satunya di daerah yang mengalami fenomena likuifaksi.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan di desa Petobo yang mengalami likuifaksi ditemui ribuan rumah yang rusak. Wilayah tersebut tertutup lumpur seluas 180 hektar. "Perkiraan bangunan terdampak sebanyak 2.050 unit," kata dia dalam keterangannya pada Ahad, 7 Oktober 2018.

    Baca: Kenapa Petobo Terdampak Paling Parah Likuifaksi? Simak Kata Ahli

    Selain Petobo, Sutopo mencatat kerusakan parah terjadi di daerah Balaroa, Palu. "Jumlah perkiraan bangunan rusak 1.045 unit, luas area terdampak 47,8 hektar," kata dia.

    Gempa dan tsunami yang melanda Palu dan sekitarnya membuat sejumlah wilayahnya rata dengan tanah. Selain karena tersapu air, ada wilayah yang mengalami fenomena likuifaksi yang menyebabkan kerusakan makin parah.

    Baca: Gempa Palu, 2.736 Bangunan Sekolah Rusak

    Selain bangunan rumah, BNPB mencatat ada 2.736 unit gedung sekolah yang mengalami kerusakan. Fasilitas umum lainnya pun rusak seperti rumah sakit dan puskesmas.

    Sutopo menyebut ada 7 unit fasilitas kesehatan yang rusak berat akibat bencana tersebut. "Rumah Sakit Anutapura dan 6 puskesmas yaitu puskesmas Talise, Bulili, Mamboro, Lere, Nosara, dan Singgani," ujarnya.

    Baca: Pemerintah Daerah Disarankan Membuat Peta Potensi Likuifaksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.