Polisi Panggil Dokter Bedah Plastik dalam Kasus Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratna Sarumpaet pada HUT Teater Utan Kayu di Jakarta, 11 Agustus 2000. Nama aktivis ini menjadi perbincangan publik setelah tersebar kabar dirinya dianiaya tiga orang pada 21 September 2018. TEMPO/Awaluddin

    Ratna Sarumpaet pada HUT Teater Utan Kayu di Jakarta, 11 Agustus 2000. Nama aktivis ini menjadi perbincangan publik setelah tersebar kabar dirinya dianiaya tiga orang pada 21 September 2018. TEMPO/Awaluddin

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya memeriksa dokter dan perawat Rumah Sakit Khusus Bina Estetika, Kamis, 4 Oktober 2018. Pemanggilan itu terkait dengan operasi plastik yang dilakukan Ratna Sarumpaet di klinik tersebut.

    Baca: Kelakar Prabowo soal Dirinya Dipolisikan Farhat Abbas

    "Hari ini ada saksi yang dijadwalkan dimintai keterangan, dokter dan perawat Bina Estetika di Ditkrimum. Dijadwalkan siang, saya tidak tahu sudah datang atau belum ya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, di kawasan Melawai, Jakarta Selatan pada Kamis, 4 Oktober 2018.

    Pemanggilan terhadap pihak RSK Bina Estetika dilakukan dalam rangka proses penyelidikan terhadap perkara ini. Sebelumnya, viral wajah lebam Ratna Sarumpaet tersebar di media sosial. Disebutkan bahwa aktivis itu dikeroyok oleh pria tak dikenal di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada 21 September 2018.

    Namun, hasil penyelidikan Polda Metro Jaya menunjukkan Ratna Sarumpaet melakukan perawatan di rumah sakit khusus bedah plastik itu pada tanggal 21 September 2018. Bahkan, Ratna mendaftar di klinik kecantikan itu sehari sebelumnya.

    Selain pihak RSK Bina Estetika, polisi juga berencana akan memanggil sejumlah politikus yang turut menyebarkan informasi tersebut di media sosial.

    Baca: Dahnil: Sandiaga Akan Laporkan Ratna Sarumpaet ke Polisi

    Mereka adalah Fadli Zon, Dahnil Anzar, Prabowo Subianto, Rachel Maryam, Rizal Ramli, Nanik Deyang, Ferdinand Hutahaean, Arief Puyono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburokhman, Hanum Rais, Said Didu, Eggy Sudjana, Captain Firdaus, dan Sandiaga Uno.

    Sampai hari ini, Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri sudah menerima total tujuh laporan terkait dugaan penyebaran informasi hoaks atau berita bohong penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet.


     

     

    Lihat Juga