Kasus PLTU Riau-1, KPK Terima Pengembalian Uang Rp 1,7 Miliar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka anggota DPR, Eni Saragih, menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaa, di gedung KPK, Senin, 10 September 2018. Eni Saragih diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, dalam kasus suap terkait dengan kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka anggota DPR, Eni Saragih, menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaa, di gedung KPK, Senin, 10 September 2018. Eni Saragih diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, dalam kasus suap terkait dengan kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah menerima pengembalian uang yang diduga berasal dari kasus suap proyek PLTU Riau-1 berjumlah Rp 1,7 miliar. Uang itu dikembalikan oleh tersangka Eni Maulani Saragih dan seorang pengurus Partai Golkar.

    "Sejauh ini telah ada pengembalian total sekitar Rp 1,7 miliar yang berasal dari tersangka EMS dan salah satu saksi yang masuk dalam kepanitiaan kegiatan di partai Golkar," kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu, 3 Oktober 2018.

    Baca: Akbar Tandjung Khawatir Kasus PLTU Riau-1 Gerus Suara Golkar

    Menurut Febri, Eni telah mengembalikan uang sebanyak Rp 1 miliar. Uang itu dia serahkan secara bertahap dengan nominal masing-masing penyerahan Rp 500 juta.

    Sedangkan uang Rp 700 juta dikembalikan oleh seorang pengurus Partai Golkar. Uang itu dikembalikan setelah Eni mengungkap adanya aliran duit ke Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar sebanyak Rp 2 miliar.

    Baca: Soal Pemeriksaan KPK, Ketua Umum Golkar Tak Mau Berandai-andai

    KPK mengimbau pihak lain yang pernah menerima aliran dana dari kasus ini untuk mengembalikan uang. Febri mengatakan sikap kooperatif akan berpengaruh ke penanganan perkara nantinya.

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni Eni Saragih selaku eks Wakil Komisi Energi DPR, mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. KPK menyangka Kotjo memberi dan menjanjikan hadiah kepada Eni dan Idrus untuk memuluskan penandatanganan kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1.

    Baca: Partai Golkar dalam Pusaran Kasus Suap PLTU Riau-1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.