Kabur Saat Gempa Palu, 68 Napi Telah Kembali

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berada di antara puing dan sampah yang terbawa gelombang tsunami pasca-gempa berkekuatan 7,4 SR di Palu Utara, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Pasca-bencana, Badan Nasional Penangggulangan Bencana bersama pemerintah setempat masih mendata kerusakan bangunan dan berbagai infrastruktur. ANTARA

    Warga berada di antara puing dan sampah yang terbawa gelombang tsunami pasca-gempa berkekuatan 7,4 SR di Palu Utara, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Pasca-bencana, Badan Nasional Penangggulangan Bencana bersama pemerintah setempat masih mendata kerusakan bangunan dan berbagai infrastruktur. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM menyatakan 68 tahanan dan narapidana telah melapor dan kembali setelah kabur akibat gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

    "Dirjen PAS sebelumnya menyatakan ada 1.425 narapidana yang kabur, sekarang berkurang menjadi 1.357 orang," kata Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Ade Kusmanto pada Selasa, 2 Oktober 2018.

    Baca: 1.425 Napi Lapas Palu Belum Kembali Pasca Gempa Donggala

    Semua warga binaan pemasyarakatan di Lapas Palu yang saat ini belum kembali, kata Ade, diizinkan keluar bertemu dengan keluarga. Namun mereka wajib melapor pada Kamis, 4 Oktober mendatang.

    Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami sebelumnya mengungkapkan ada 1.425 tahanan dan narapidana kabur pascagempa dan tsunami di Palu, Donggala dan sekitarnya.

    Para tahanan dan narapidana yang kabur itu berasal dari Lapas Palu sebanyak 515 dari 581 narapidana sehingga tersisa 66 warga binaan, Rutan Palu sebanyak 410 tahanan dari 463 tahanan sehingga tersisa 53, Lembaga Pemasyarakatan Khusus Perempuan (LPP) Palu sebanyak 75 narapidana dari 83 narapidana ditambah tiga bayi tersisa sembilan orang, Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Palu 24 orang dari 29 narapidana sehingga tersisa lima warga binaan, dan Lapas Donggala sebanyak 342 narapidana kabur semua.

    Baca: Gempa Palu, Tahanan dan Napi Boleh Keluar Penjara Selama Sepekan

    Ade mengatakan mereka yang sudah kembali akan ditampung di tenda halaman lapas dengan penjagaan. Penempatan para narapidana di tenda ini, menurut dia, karena kondisi Lapas Palu yang rusak parah hingga mencapai 80 persen.

    Dengan kembalinya 68 narapidana ini, kata Ade, maka warga binaan yang sudah berada di lapas dan rutan yang berada di 15 UPT wilayah Sulawesi Tengah sebanyak 1.863 dari total 3.220 narapidana.

    Baca: Gempa Palu, Penjara dan Tahanan Ini Ditinggalkan Penghuninya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.