Gempa Palu, Penjara dan Tahanan Ini Ditinggalkan Penghuninya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan TNI, Polri, dan SAR memulai pemakaman massal di Taman Pemakaman Umum Poboya Indah, Palu. Awal, 18 jenazah tak teridentikasi dari 1000an akan dimakamkan di TPU Poboya Indah. Tempo/Hussein Abri Yusuf

    Petugas gabungan TNI, Polri, dan SAR memulai pemakaman massal di Taman Pemakaman Umum Poboya Indah, Palu. Awal, 18 jenazah tak teridentikasi dari 1000an akan dimakamkan di TPU Poboya Indah. Tempo/Hussein Abri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian penghuni rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Tengah saat ini tidak berada di tempat karena menemui keluarga masing-masing setelah gempa dan tsunami mengguncang Palu dan Donggala, Jumat pekan lalu, 28 September 2018. Direktorat Jenderal atau Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM memberi kesempatan mereka bertemu keluarga selama satu minggu, terhitung sejak Sabtu, beberapa jam seusai gempa Palu.

    Mereka harus kembali ke tahanan dan lembaga pemasyarakatan. “Kalau tidak kembali akan dicari oleh satuan tugas (satgas) dari kantor wilayah pusat dan Sulawesi Tengah," ujar Direktur Jenderal atau Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Utami di kantornya, Senin, 1 Oktober 2018.

    Baca: Gempa Palu, Tahanan dan Napi Boleh Keluar Penjara Selama Sepekan

    Berikut ini adalah rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan yang penghuninya menyambangi keluarganya:

    1. Lembaga Pemasyarakatan Palu.
      Berkapasitas 210 orang, ketika gempa terjadi dihuni 581 warga binaan. Setelah gempa, hanya 66 orang yang bertahan di lapas.

    1. Rumah Tahanan Negara Palu
      Kapasitasnya 120 orang, saat gempa ditempati oleh 463 orang. Hingga Senin pagi, rumah tahanan hanya tersisa 53 orang.

     Baca: Gempa Palu, Hanya Separuh Warga Binaan Berada di Tahanan dan Bui

    1. Rumah Tahanan Negara Donggala
      Rutan ini berkapasitas 108 orang. Saat gempa, penghuninya 333 tahanan. Kini, Rutan ini kosong.
    1. Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palu
      Kapasitasnya 100 orang. Saat gempa Palu, Lapas berisi 84 warga binaan dan tiga bayi. “Saat ini, Lapas hanya tersisa 9 warga binaan," kata Sri Puguh.

     Simak: Jokowi Bantah Banyak Penjarahan Minimarket Seusai Gempa Palu

    1. Lembaga Pembinaan Khusus Anak di Palu
      Kapasitasnya 100 anak. Saat gempa Palu, ada 29 anak binaan. “Sekarang hanya sisa lima anak."

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.