Kata Habiburokhman Gerindra Soal Kabar Ratna Sarumpaet Dipukuli

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratna Sarumpaet sampaikan klarifikasi dan somasi kepada Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Senin 9 April 2018. SUBEKTI

    Ratna Sarumpaet sampaikan klarifikasi dan somasi kepada Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Senin 9 April 2018. SUBEKTI

    TEMPO.CO, Jakarta - Beredar kabar aktivis Ratna Sarumpaet dipukuli orang tak dikenal pada 21 September 2018 di Bandung. Kabar tersebut tersiar bersama sebuah foto pada Selasa, 2 Oktober 2018. Tampak potret wajah Ratna. Hampir seluruh mukanya lebam. Mata perempuan itu pun bengkak.

    Baca: Ratna Sarumpaet Soal Rp 23,9 T, Hikmahanto: Ada 3 Kejanggalan

    Dalam foto tersebut, Ratna mengenakan kemeja garis-garis. Di belakangnya terlihat ada tiang penyangga infus. Ratna seperti tengah duduk di tempat tidur rumah sakit.

    Dalam sebuah pesan pendek yang beredar di grup WhatsApp wartawan, Ratna mengatakan. "Mereka kan yang punya kekuasaan dan senjata. Saya punya anak-anak dan keluarga yang seumur hidup menanggung stigma karena saya."

    Tempo sudah mencoba mengkonfirmasi kabar ini ke Ratna Sarumpaet. Seorang pria yang mengangkat telepon dari Tempo mengatakan Ratna Sarumpaet sedang salat.

    Politikus Partai Gerindra, yang pernah menjadi pengacara Ratna Sarumpaet, Habbiburokhman, mengatakan sedang mengkonfirmasi kebenaran itu. Dia mengatakam sudah berupaya menelepon Ratna namun tak diangkat. "Tapi saya ingat dia ajak ketemu saya tanggal 22 dan 24 kemarin," ujarnya saat dihubungi Tempo pada Selasa, 2 Oktober 2018. Lantaran Habbiburakhman sibuk, ia tak sempat menemui Ratna.

    Simak juga: BNI Jelaskan Transfer Duit Rp 23,9 T yang Diklaim Ratna Sarumpaet

    Pada 24 September, dia mengatakan Ratna Sarumpaet sempat menelepon beberapa kali. Namun, tak diangkat. Dia pun menduga ajakan ketemuan itu bertalian dengan peristiwa pemukulan. "Mungkin Ratna mau cerita kepada saya. Kan saya jadi enggak enak sekarang," kata dia kepada Tempo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.